PAGARALAMPOS.COM - Situs Gunung Padang pertama kali ditulis dalam buku sejarah di Negara Belanda oleh seorang peneliti Belanda, N. J. Krom pada tahun 1914.
Sempat menghilang dan baru kembali heboh di tahun 2014 lalu, Pa berarti tempat, da berarti besar/agung, dan hyang yang berarti eyang/moyang/leluhur.
Ketiga makna itu membuat Padang diartikan sebagai tempat agung para leluhur.
Penemuan situs Gunung Padang tercatat sejak 1891. Kala itu, peneliti dari Belanda sudah menyebutkan nama Gunung Padang dalam tulisannya
BACA JUGA:Ini Fakta Menarik Tentang Gunung Padang, No 2 Bikin Bangga Indonesia!
Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warungkondang, di jalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.
BACA JUGA:1914, Sejahrawan Belanda Melaporkan Temuan Gunung Padang, Ini Fakta Menariknya!