Sebagai konteks, logam mulai meleleh pada suhu 1.000 derajat celsius. Jadi bisa dibayangkan seberapa panas api akibat kebakaran EV.
BACA JUGA:Air Terjun Temam Lubuklinggau, Destinasi Wisata Alam yang Memukau
Penyebab kedua yang membuat kebakaran mobil listrik sangat susah dipadamkan adalah karena adanya thermal runaway.
Randall menjelaskan, ini adalah situasi ketika api bisa menyala kembali secara mendadak. Sering ditemukan kasus mobil listrik kebakaran dan disemprot damkar.
Api sempat mati, tapi beberapa menit berselang langsung menyala lagi. Inilah yang dinamakan thermal runaway.
Satu-satunya cara untuk memadamkan kebakaran mobil listrik secara efektif adalah dengan menggunakan senyawa kimia khusus yang berfungsi sebagai penetralisasi reaksi pemicu api.
BACA JUGA:Wah! 5 Tempat Wisata di Singapura Ini, Wajib Dikunjungi Setidaknya Sekali Seumur Hidup!
Ini sepenuhnya topik kimia, intinya adalah harus ada senyawa khusus yang bisa memecah chemical reaction dari kebakaran supaya api padam. Dari yang awalnya reaktif menjadi netral.
Untuk diketahui, perusahanini telah melakukan penelitian terhadap api baterai sejak tahun 1984.
Hasilnya, dia berhasil menemukan bahwa senyawa penetral terbaik untuk kebakaran EV adalah potasium. Senyawa ini biasanya dijumpai pada umbi-umbian seperti ubi dan kentang.
Dia mengimplementasikan temuannya itu menjadi alat pemadam api ringan (APAR) khusus kendaraan listrik dan diklaim sebagai yang pertama di dunia.