Di Jawa, sepasang hiasan kombinasi janur, buah-buahan, serta bunga-bungaan dipajang di tepi pelaminan pada upacara perkawinan, yang disebut kembar mayang (mayang sepasang).
Ini merupakan simbol penyatuan dua individu dalam wadah rumah tangga. Hiasan serupa juga ditemukan dalam upacara-upacara di Bali.
Bagian-bagian yang terdapat pada kembar mayang diantaranya tatakan, awak, dan mahkota. Sementara warna keputihan pada janur diharapkan menjadi doa agar cinta dan kasih sayang di antara mempelai selalu muda dan bersemi laksana sebuah janur.
Salah satu teknik yang dipakai untuk melengkapi bentuk kembar mayang adalah menggunakan teknik gembung. Ini merupakan teknik baru dengan bentuk lebih besar di bagian bawah, makin ke atas makin mengecil. Gembung ini sebagai simbolisasi yang memiliki makna penyembahan terhadap Sang Pencipta. (net/berbagai sumber)