Peringati Hari Keluarga Internasional, BKKBN Dorong Pendampingan Kepada Lansia

Selasa 16-05-2023,15:47 WIB
Reporter : Bodok
Editor : Bodok

Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia yakni, mencapai 18,1 juta jiwa atau 7,6 persen berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020, dan meningkat menjadi 21,6 juta jiwa atau 8,5 persen dari jumlah penduduk.

Berdasarkan data hasil pendataan Provinsi Bengkulu tahun 2021 jumlah penduduk lanjut usia di provinsi bengkulu sebanyak 232.367 jiwa dari umur 56 tahun sampai dengan 75 tahun keatas. 

"Sebaran lansia di Bengkulu terdapat di Bengkulu selatan 21.522 jiwa, Bengkulu Utara 40.917 jiwa, Rejang lebong 29.905 jiwa, Kota Bengkulu 38.461 jiwa, Kabupaten Kaur 15.206 jiwa, Lebong 13.743 jiwa. Sementara terdapat di Kabupaten Mukomuko 18.013 jiwa, Seluma 27992 jiwa, Kepahiang 15.193 jiwa dan Bengkulu Tengah 11.415 jiwa," sebutnya.

Ketahanan Digital

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Renta Rego mengajak segenap masyarakat untuk menjadikan Hari Keluarga Internasional sebagai momentum untuk Perencanaan Keluarga dan memperkuat Ketahanan Keluarga atau Family Resilience.

BACA JUGA:5 Suku di Provinsi Sumatera Selatan, Satu Diantaranya Miliki Hubungan Erat Dengan Suku Batak

Terutama di era kemajuan teknologi dan makin pesatnya perkembangan digitalisasi, yang mana kemajuan ini harus diakui memiliki manfaat positif serta juga memiliki dampak negatif jika tidak disikapi dengan baik dan bijak.

“Kemajuan teknologi membawa dampak yang luar biasa pada aspek kehidupan tanpa terkecuali. Digitalisasi memunculkan beragam persoalan baru yang harus kita waspadai. Untuk itu ketahanan keluarga  memiliki peran yang sangat penting untuk membangun perlindungan diri dari unit terkecil yakni keluarga,” kata Renta Rego di Sofifi, Ibukota Provinsi Maluku Utara.

Dalam peringatan Hari Keluarga Internasional ini, Ibu Kaper juga mengajak masyarakat mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting Khususnya di Provinsi Maluku Utara.

Menurut Renta Rego, satu dari empat balita di Indonesia mengalami stunting yakni kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi, infeksi berulang, dan stimulasi lingkungan yg kurang mendukung. 

BACA JUGA:Semendo Salah Satu dari 5 Suku Asli Sumatera Selatan, Ternyata Berasal Dari Banten

Kondisi ini berefek jangka panjang hingga lanjut usia. Stunting berdampak sangat buruk bagi masa depan anak-anak Indonesia.

“Perencanaan keluarga adalah salah satu poin penting yang harus dipersiapkan setelah menikah. Perencanaan keluarga menjadi titik upaya pencegahan stunting," ujar Renta Rego.

Dia juga mengatakan, bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. Dari keluarga, terbangun interaksi dan komunikasi antar anggota keluarga.

Tidak hanya itu, keluarga merupakan sumber pendidikan utama bagi anak.

Menurutnya, peringatan Hari Keluarga Internasional ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa pentingnya peran keluarga. Keluarga menjadi tempat dimana seseorang berasal dan juga berkumpul.

Kategori :