Mendaki 'The Nymph of Mountain' atawa Gunung Bidadari

Jumat 25-07-2025,12:01 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

Di depan, punggungan Merapi melengkung terjal. 

Para pendaki biasanya akan mendaki ke puncak Merapi pagi hari, menjejak naik ke ketinggian 3174 mdpl. 

BACA JUGA:Wajib Dikunjungi! 8 Tempat Wisata Terpopuler di Baturaja

Bertanya-tanya dalam hati, apa warna kawahnya yang selalu berubah-ubah itu? 

Terkadang berwarna hijau dengan sedikit noktah putih, atau abu-abu, putih.

Dan yang paling indah adalah ketika kawah telaga Merapi berwarna biru. 

Setelah puas menyaksikan kaldera, para pendaki biasanya beriringan turun sebelum smog, kabut yang dapat menutup pandangan di puncak ketika lewat tengah hari. 

BACA JUGA:Legenda di Kawasan Bukit Besar Kabupaten Lahat, Pendaki Wajib Tahu!

Batang kayu tumbuhan perdu menyambut di seluas tubuh Merapi. 

Ada sebuah cerita yang melegenda. Konon ada pemukiman penduduk yang raib di gunung Dempo. 

Pemimpinnya bernama Puyang Raje Nyawe (Raja Nyawa). Pemukiman itu disebut Kampung Silam. 

Bila ada pendaki atau orang hilang di gunung, berarti penduduk kampung itu ada yang mati.

BACA JUGA:Biaya liburan ke Kota Pagaralam, Tidak Bikin Kantong Kering!

Penduduk Kampung Silam tak pernah bertambah atau berkurang. 

Kampung itu berupa pemukiman yang tidak kasat mata. Sesekali ada juga pendaki yang mengaku pernah melihatnya. 

Entah sekadar legenda atau kisah khayal, yang jelas menghabiskan sebatang rokok demi mendengar cerita ini.

Kategori :