Kembar tipe ini mungkin akan memiliki wajah yang berbeda dan bisa saja memiliki jenis kelamin yang berbeda. Kedua janin ini juga kan berkembang pada dua plasenta yang berbeda.
Merasakan pergerakan janin di dua area berbeda. Peningkatan berat badan. Peningkatan nafsu makan. Mengalami morning sickness yang lebih parah.
Pada umumnya, kehamilan kembar akan terdeteksi pada usia kehamilan 12 minggu.
Pada usia ini, Anda bisa mengetahui apakah janin memiliki plasenta yang sama (yang berarti kembar identik) atau memiliki plasenta yang berbeda.
BACA JUGA:Harus Tau! 4 Manfaat Daun Pandan bagi Kesehatan
Penyebab Kehamilan Kembar Terkadang, kehamilan kembar terjadi begitu saja.
Namun, diketahui ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan peluang untuk hamil anak kembar, antara lain:
Usia: Wanita berusia 35 tahun ke atas lebih mungkin melepaskan lebih dari satu sel telur ketika ovulasi
Riwayat keluarga: Jika keluarga dari pihak ibu Anda memiliki riwayat kembar, maka ada kemungkinan Anda dapat memiliki anak kembar secara natural.
BACA JUGA:Dokter jelaskan penyakit yang harus diwaspadai di musim hujan
Program kehamilan: Kehamilan kembar lebih umum terjadi pada orang yang menjalani program hamil seperti IVF.
Obesitas: Wanita dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 lebih mungkin untuk hamil anak kembar.
Riwayat pribadi: Jika Anda pernah hamil anak kembar pada kehamilan sebelumnya, maka ada kemungkinan Anda untuk hamil anak kembar lagi pada kehamilan selanjutnya.
Diagnosis Kehamilan Kembar Pemeriksaan dengan ultrasonik (USG) pada umumnya bisa menegakkan diagnosis kehamilan kembar.
BACA JUGA:Waspadai Sejumlah Penyakit Tropis yang Mudah Menyerang Tubuh
Namun, pemeriksaan tidaklah sempurna. Pada kasus yang jarang, dokter tidak bisa melihat janin kedua, terutama pada usia awal kehamilan.