BACA JUGA:Kewedanaan Tanah Pasemah : Dulu Bersatu, Sekarang Berpisah
Lebih lanjut dijelaskan, proses pembuatan makam puyang itu dilakukan dengan sangat megah. Ada semacam upacara khusus yang dibuktikan dengan penyembelihan kurban berupa kerbau.
“Upacaranya melebihi sedekah, saking besarnya,”ucapnya.
Karena itu, meski hanya tapak, makam-makam puyang tersebut sangat dihormati oleh warga. Apalagi oleh keturunan puyang yang bersangkutan.
Ini dibuktikan dengan masih rutinnya warga menziarahi makam-makam puyang itu.