Siap-siap, Kelurahan Terbaik di Pagar Alam Mendapat Reward Walikota
Foto : Pemerintah Kota Pagar Alam--ist
PAGARALAMPOS.COM – Ditengah kondisi keuangan daerah yang belum baik-baik saja, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah mengajak seluruh kelurahan menggali potensi wilayah masing-masing, melalui inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, Pagar Alam memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong kemajuan daerah. Terlebih, Pagar Alam dikenal sebagai Kota berhawa sejuk dengan kekuatan sektor pariwisata dan agribisnis.
Salahsatu langkah yang akan didorong Pemkot Pagar Alam, adalah memberikan reward atau penghargaan kepada kelurahan terbaik. Penilaian akan mengedepankan inovasi, kreativitas, serta kepekaan aparatur kelurahan, dalam melihat dan menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Ke depan, kita akan mengadakan reward kepada kelurahan terbaik, dengan mengedepankan inovasi dan kepekaan terhadap kemajuan Pagar Alam,” ujarnya.
Persoalan sampah menjadi salahsatu tantangan yang membutuhkan perhatian serius, sekaligus terobosan dari setiap kelurahan. Penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi perlu didukung kesadaran masyarakat dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Demi Keamanan di Kelurahan, Dukung Penuh Pembentukan FKDM Dempo Tengah
BACA JUGA:Waspada, Penipuan Catut Nama Wawako Via Whastsapp
Pemkot Pagar Alam belum lama ini telah melakukan studi banding ke Kota Salatiga untuk mempelajari pengelolaan sampah. Dari kunjungan tersebut, ia melihat pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Di Salatiga, kesadaran masyarakat untuk memisahkan sampah organik dan anorganik dinilai telah berkembang dengan baik. Praktik tersebut menjadi salahsatu hal yang ingin dipelajari dan diadaptasi sesuai kondisi Kota Pagar Alam.
“Dengan pemilahan sampah itu, kalau bisa kita kelola sampah organik ini untuk dijadikan hal yang bermanfaat di Kota Pagar Alam yang terkenal dengan Kota Agribisnis,” tuturnya.
Menurutnya, sampah organik memiliki peluang untuk diolah menjadi produk bermanfaat, seperti kompos yang dapat mendukung aktivitas pertanian. Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi sektor agribisnis.
Selain persoalan sampah, Wakikota juga menyoroti potensi kerajinan lokal yang dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ia mendorong Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, serta organisasi perempuan lainnya agar berperan aktif membina masyarakat hingga tingkat kelurahan. Pembinaan tersebut diharapkan mampu menggali keterampilan warga sekaligus mengembangkan produk kerajinan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
BACA JUGA:Wawako Hj Bertha Terima Laporan Reses DPRD Pagar Alam, Aspirasi Mengalir ke Parlemen
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
