Karhutla Mengintai 1,4 Juta Hektare Lahan Gambut di Sumsel
Foto : Gubernur Sumsel Herman Deru disela giat penanggulangan Karhutla.--ist
PAGARALAMPOS.COM – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di Sumatera Selatan. Dengan luas lahan gambut yang mencapai sekitar 1,4 juta hektare, upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting dibanding penanganan ketika kebakaran sudah meluas.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, kelestarian kawasan hutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan sumber daya air dan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, kawasan hutan di daerah hulu memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan air. Karena itu, kerusakan hutan berpotensi memberikan dampak berantai terhadap masyarakat, termasuk ketersediaan air dan ancaman bencana lingkungan.
"Kelestarian hutan sangat penting karena berkaitan langsung dengan sumber daya air dan kehidupan masyarakat," kata Herman Deru, Senin (10/8/2026).
Ia mencontohkan kondisi Kota Pagar Alam yang sebagian kebutuhan listriknya bersumber dari pembangkit listrik tenaga air. Keberadaan sumber air tersebut tidak terlepas dari kondisi kawasan hutan di wilayah hulu yang masih terjaga.
BACA JUGA:Liku Endikat di Pagar Alam Terbakar, Ancam Keselamatan Pengemudi Kendaraan
BACA JUGA:Sambang ke Warga, Bhabinkamtibmas Kuripan Babas Ajak Waspada Kriminalitas dan Hindari Karhutla
Herman Deru menilai perlindungan hutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat menjadi bagian penting karena sebagian kawasan hutan berada dekat dengan aktivitas dan kehidupan warga.
Menurut dia, Sumatera Selatan sebenarnya memiliki modal sosial berupa kearifan lokal dalam menjaga lingkungan. Tradisi seperti lubuk larangan menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat secara turun-temurun menjaga habitat dan sumber daya alam di wilayahnya.
"Penghargaan terbesar saya berikan kepada masyarakat yang telah menjaga hutan sebagai bagian dari kehidupan mereka," ujarnya.
Di sisi lain, Herman Deru menyoroti keterbatasan personel Polisi Kehutanan (Polhut) yang bertugas mengawasi kawasan hutan di Sumsel. Luas wilayah hutan yang harus dijaga dinilai tidak sebanding dengan jumlah petugas yang tersedia.
Karena itu, ia mendorong adanya penambahan personel Polhut agar pengawasan di kawasan hutan dapat dilakukan lebih optimal, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
"Kami berharap adanya perhatian terhadap penambahan personel Polisi Kehutanan agar pengawasan kawasan hutan dapat berjalan lebih optimal," katanya.
Persoalan karhutla juga menjadi perhatian tersendiri. Herman Deru menyebut karakteristik Sumsel yang memiliki kawasan gambut luas membuat provinsi ini memiliki kerawanan kebakaran yang harus diantisipasi setiap saat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

