Pembahasan APBD 2027 Dimulai, Pemprov Sumsel Pastikan Prioritaskan Pelayanan Publik
Foto : Sekda Provinsi Sumsel Edward Candra.--ist
PAGARALAMPOS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai mematangkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.
Saat ini, proses masih memasuki tahap penyusunan jadwal pembahasan dan sinkronisasi antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumsel, sehingga besaran anggaran belum dapat diumumkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra mengatakan, pembahasan awal tersebut difokuskan pada penjadwalan rapat yang berkaitan dengan penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.
"Hari ini kami membahas jadwal rapat-rapat di DPRD yang juga berkaitan dengan pembahasan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027," ujar Edward Candra usai menghadiri rapat bersama Banggar DPRD dan TAPD Provinsi Sumsel.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Bentuk Satgas Awasi Distribusi BBM Subsidi
BACA JUGA:Dukung Langkah Pemprov Sumsel Atasi Antrean di SPBU
Terkait besaran anggaran yang akan diusulkan pada APBD 2027, Edward menegaskan angkanya masih belum ditetapkan.
Saat ini, TAPD masih melakukan pembahasan dan sinkronisasi bersama seluruh perangkat daerah agar kebutuhan masing-masing instansi dapat terakomodasi.
"Itu masih dalam pembahasan. Nanti akan disinkronkan bersama perangkat daerah. Jadi angkanya belum ada," katanya.
Meski postur anggaran belum final, Edward memastikan arah kebijakan APBD 2027 tetap berorientasi pada peningkatan pelayanan publik dan pembangunan sektor-sektor strategis.
BACA JUGA:Pemprov Sumsel Siapkan Strategi Hadapi Potensi Pemangkasan Dana Transfer Pusat pada 2027
BACA JUGA:Perpanjangan Waktu Penilaian Creative Financing, Pemprov Sumsel Maksimalkan Penyempurnaan Data
Menurutnya, alokasi anggaran akan diprioritaskan untuk bidang pendidikan, pertanian, penguatan ekonomi, serta pelayanan dasar yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Program prioritas tetap mengacu pada sektor-sektor seperti pendidikan, pertanian, ekonomi, dan pelayanan dasar seperti biasa," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

