Legenda Gunung Sindoro dan Sumbing: Asal Usul Dua Gunung dan Tragedi Cinta Segitiga
Legenda Gunung Sindoro dan Sumbing: Asal Usul Dua Gunung dan Tragedi Cinta Segitiga-pagaralampos-kolase
PAGARALAM POS.COM - Pada zaman dahulu, di wilayah Jawa Tengah, hiduplah dua pendekar sakti bernama Raden Sindoro dan Raden Sumbing.
Keduanya dikenal sebagai sahabat yang selalu bersama dalam menegakkan kebenaran. Selain memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa, mereka juga dihormati karena keberanian dan sifat kesatria yang dimiliki.
Persahabatan mereka mulai diuji ketika sama-sama menaruh hati kepada seorang putri cantik bernama Dewi Sumirah.
Putri yang terkenal anggun dan bijaksana itu menjadi dambaan banyak pemuda, namun hanya Raden Sindoro dan Raden Sumbing yang benar-benar berusaha memenangkan hatinya.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Papandayan, Gunung Api Legendaris dengan Kawah Eksotis dan Kisah Letusan Besar
Karena tidak ingin menyakiti salah satu di antara mereka, Dewi Sumirah mengajukan sebuah syarat.
Ia mengatakan bahwa dirinya hanya akan menikah dengan lelaki yang mampu membangun sebuah candi megah dalam waktu semalam, sebelum matahari terbit.
Mendengar tantangan tersebut, kedua pendekar segera menggunakan seluruh kemampuan yang mereka miliki.
Raden Sindoro mengumpulkan batu-batu besar dari berbagai penjuru dengan kesaktiannya, sementara Raden
Sumbing membangun pondasi dan menyusun bangunan dengan kecepatan yang luar biasa. Hingga larut malam, keduanya terus bekerja tanpa mengenal lelah.
BACA JUGA:Sejarah Gunung Ijen, Jejak Letusan Purba yang Membentuk Kawah Eksotis Berfenomena Blue Fire
Melihat persaingan itu semakin serius, Dewi Sumirah merasa khawatir persahabatan mereka akan hancur.
Ia kemudian meminta bantuan warga untuk menumbuk padi lebih awal dari biasanya sehingga suara lesung menggema ke seluruh penjuru desa.
Bunyi tersebut membuat kedua pendekar mengira fajar telah datang dan waktu yang diberikan telah habis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

