Mengenang Kecelakaan Kereta Api Sirkus Hammond pada 1918: Tragedi Kelam Paling Tragis dalam Sejarah
Mengenang Kecelakaan Kereta Api Sirkus Hammond pada 1918-net-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Sejarah perkembangan transportasi kereta api dunia tidak luput dari lembaran-lembaran hitam yang memilukan.
Salah satu peristiwa paling mengerikan yang terus dikenang hingga hari ini adalah kecelakaan kereta api sirkus Hammond yang terjadi pada tanggal 22 Juni 1918 di dekat kota Hammond, Indiana, Amerika Serikat.
Tragedi yang memakan korban jiwa sebanyak 86 orang dan melukai lebih dari 127 orang lainnya ini, tidak hanya mengguncang publik Amerika kala itu, tetapi juga menyisakan duka mendalam yang menghancurkan komunitas sirkus keliling terbesar di dunia pada awal abad ke-20.
BACA JUGA:Misteri Rongga Tersembunyi Gunung Padang: Fakta Baru yang Bikin Arkeolog Luar Negeri Penasaran
Bencana kemanusiaan ini bermula ketika kereta api pertunjukan milik Hagenbeck-Wallace Circus yang membawa sekitar 400 pemain sirkus beserta kru sedang berhenti sementara di jalur rel akibat masalah teknis pada kotak poros roda kereta.
Nahas, dari arah belakang, sebuah kereta militer kosong milik pemerintah yang dikemudikan oleh masinis bernama Alonzo Sargent melaju kencang tanpa menyadari keberadaan kereta sirkus di depannya.
Investigasi resmi kemudian mengungkap fakta mengejutkan bahwa masinis tersebut tertidur pulas akibat kelelahan kronis dan pengaruh obat-obatan, sehingga ia mengabaikan beberapa sinyal peringatan bahaya serta lampu suar yang sudah dipasang di sepanjang jalur.
Dampak benturan yang terjadi pada pukul 4 pagi tersebut sangat dahsyat. Kereta militer seberat ratusan ton langsung menghantam baris belakang gerbong kayu kereta sirkus yang sedang terlelap.
Dalam hitungan detik, pecahan kayu gerbong hancur berkeping-keping dan memicu kebakaran hebat akibat kompor minyak tanah yang digunakan sebagai penerangan di dalam gerbong.
Mayoritas korban tewas seketika akibat benturan keras atau terjebak di dalam kobaran api yang membubung tinggi.
Tragedi kelam Hammond 1918 ini akhirnya menjadi katalisator penting yang memaksa otoritas transportasi dunia untuk merombak total regulasi keselamatan, memperketat jam kerja masinis, serta mempercepat peralihan gerbong kayu ke bahan baja yang lebih aman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

