Bisa Tembus 200 Km Sekali Cas? Menguji Klaim Jarak Tempuh Selis E-Max Long Range di Jalan Raya
Klaim Selis E-Max-pagaralampos-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Pasar motor listrik di Indonesia terus berkembang pesat dengan fokus utama konsumen pada dua hal: harga yang terjangkau dan daya tahan baterai untuk jarak tempuh yang jauh.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Juara Bike selaku produsen kendaraan listrik merek Selis menghadirkan salah satu inovasi paling ambisius di lini skuter matik mereka, yaitu Selis E-Max Long Range.
Klaim yang paling menyita perhatian publik dari motor listrik berdesain kompak ini adalah kemampuannya yang disebut-sebut sanggup menjelajah hingga jarak 200 kilometer lebih hanya dalam sekali pengisian daya penuh (single charge).
Angka ini tentu sangat fantastis untuk sebuah skuter komuter perkotaan, bahkan melampaui jarak tempuh rata-rata motor listrik lansiran pabrikan global. Namun, benarkah klaim tersebut terbukti dalam penggunaan nyata di jalanan? Berikut adalah ulasan dan analisis mendalamnya.
BACA JUGA:Cuma Seharga Motor Matic Biasa? Bedah Fitur Polytron EVO 2026 yang Bikin Vespa Terasa Kemahalan
1. Rahasia di Balik Klaim 200 Km: Sistem Baterai Ganda (Dual Battery)
Untuk memahami bagaimana sebuah skuter mungil seperti Selis E-Max bisa mengklaim jarak sejauh itu, kita harus membedah sektor penyimpanan dayanya.
Varian standar Selis E-Max umumnya hanya dibekali satu baterai SLA (Shedded Lead Acid) atau satu baterai Lithium dengan jarak tempuh terbatas di kisaran 40-60 km saja.
Pada varian Long Range, Selis melakukan perombakan besar:
Teknologi Lithium Iron Phosphate (LiFePO4): Selis menyematkan jenis baterai Lithium modern yang terkenal memiliki lifecycle (umur pakai) lebih panjang dan lebih aman dari risiko overheating.
Konfigurasi Dua Slot Aktif: Rahasia utama jarak 200 km ini dicapai dengan memasang dua unit baterai secara sekaligus di dalam kompartemen bagasi bawah jok.
BACA JUGA:Update Harga Polytron EVO Mei 2026: Motor Listrik Canggih Rasa Vespa, Segini Nominal OTR-nya
2. Hasil Uji Nyata Lapangan: Kondisi Ideal vs Realitas Jalan Raya
Dalam dunia otomotif, klaim pabrikan biasanya didasarkan pada pengujian di dalam laboratorium dengan kondisi yang sangat ideal (kecepatan konstan rendah, beban pengendara ringan, dan jalanan flat tanpa hambatan angin).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
