Abai Peringatan, Pemuda Tewas Tenggelam di Curup Mangkok Saat Subuh Hari
Peringatan Diabaikan, Pemuda Tewas Tenggelam di Curup Mangkok Saat Subuh-Foto:Ist/pagaralampos-
PAGARALAMPOS.COM - Suasana subuh yang biasanya hening dan menenangkan di kawasan wisata Curup Mangkok, Kota Pagar Alam, mendadak berubah menjadi pilu.
Pada Rabu dini hari (22/4), sebuah peristiwa tragis terjadi ketika seorang pemuda dilaporkan tenggelam dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kejadian ini pertama kali dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagar Alam sekitar pukul 04.54 WIB.
Informasi yang masuk menyebutkan adanya korban tenggelam di kawasan air terjun Curup Mangkok, yang memang dikenal memiliki arus cukup deras dan berbahaya, terutama saat kondisi gelap.
BACA JUGA:Subuh Berujung Duka di Curup Mangkok, Pemuda 23 Tahun Meninggal Tenggelam di Air Terjun
Berdasarkan keterangan awal, insiden bermula sekitar pukul 03.30 WIB. Tiga orang pemuda diketahui datang ke lokasi wisata tersebut.
Sebelum menuju area air terjun, mereka sempat meminjam senter kepada penjaga setempat, Dwan. Saat itu, Dwan telah memberikan peringatan tegas agar tidak mandi atau turun ke area curup, mengingat kondisi subuh dengan pencahayaan terbatas sangat berisiko.
Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Sekitar pukul 04.00 WIB, salah satu pemuda kembali menemui penjaga dalam keadaan panik.
Ia meminta pertolongan setelah rekannya yang turun ke air dilaporkan tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.
BACA JUGA:Pemuda Tenggelam di Curup Mangkok, Tim BPBD Lakukan Evakuasi Darurat
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam Jon Hasman SIP MM mengatakan, mendapat laporan darurat tersebut, tim BPBD Kota Pagar Alam langsung bergerak cepat.
Setelah melakukan kaji cepat, personel BPBD Bersama regu tim SAR dikerahkan ke lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan evakuasi lengkap.
Sekitar pukul 06.00 WIB, tim tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan segera melakukan asesmen situasi.
“Langkah penanganan darurat pun langsung dilakukan. Petugas membuka pintu air untuk mengurangi debit aliran, serta memasang peralatan evakuasi guna mendukung proses pencarian. Operasi SAR dilakukan secara terkoordinasi, dengan pembagian tugas yang jelas di antara personel demi mempercepat proses pencarian,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
