Pemkot PGA

4 Satwa Langka di Gunung Rinjani, Salah Satunya Diyakini sebagai Leluhur

4 Satwa Langka di Gunung Rinjani, Salah Satunya Diyakini sebagai Leluhur

4 Satwa Langka di Gunung Rinjani, Salah Satunya Diyakini sebagai Leluhur-pagaralampos-kolase

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Rinjani menjadi salah satu ikon wisata unggulan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Selain terkenal dengan keindahan alamnya—termasuk keberadaan jamur morel—gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia ini juga menyimpan kekayaan flora dan fauna yang melimpah.

Indonesia sendiri dikenal sebagai habitat berbagai spesies unik, termasuk hewan-hewan langka yang hanya dapat ditemukan di wilayah tertentu.

Kawasan Gunung Rinjani pun menjadi rumah bagi sejumlah satwa dilindungi yang keberadaannya semakin terbatas.

Menurut Pengendali Ekosistem Ahli Pertama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Kenny Aprilliani, terdapat empat jenis satwa langka yang masih hidup di kawasan ini, yaitu rusa timor, elang Flores, burung celepuk, dan musang.

Ia menjelaskan bahwa dari keempat satwa tersebut, tiga di antaranya telah masuk dalam daftar satwa yang dilindungi oleh pemerintah, yakni rusa timor, burung celepuk, dan elang Flores.

Sementara itu, musang belum memiliki status perlindungan resmi karena masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait kondisi ekologi dan jumlah populasinya.

Musang yang ditemukan di kawasan ini memiliki kemiripan dengan musang luwak dan oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “ujat”.

BACA JUGA:Camping Jadi Tren Wisata Alam Bebas, Bisnis Sewa Perlengkapan Ourdoor Raup Cuan

Ciri khasnya adalah warna tubuh yang cenderung gelap atau hitam.

Hewan ini kerap dijumpai di area ladang maupun sekitar permukiman, dan biasanya memangsa unggas.

Namun, populasinya kini semakin menurun akibat perburuan serta kecelakaan seperti tertabrak kendaraan.

Upaya perlindungan telah dilakukan, salah satunya dengan membangun koridor satwa guna mengurangi risiko tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait