Legenda Bukit Tangkiling: Tragedi Cinta yang Menjadi Peringatan
Legenda Bukit Tangkiling: Tragedi Cinta yang Menjadi Peringatan-pagaralampos-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Keelokan Bukit Tangkiling di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan kisah rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Cerita ini sering dibandingkan dengan legenda Sangkuriang dari Jawa Barat karena sama-sama mengangkat tema cinta terlarang antara ibu dan anak yang terjadi tanpa disadari.
Awal Kehidupan Bawi Kuwu dan Tangkiling
Pada masa lampau, di tepian Sungai Sabangau, hiduplah seorang janda cantik bernama Bawi Kuwu bersama anak tunggalnya, Tangkiling.
Mereka menjalani hidup sederhana.
Bawi Kuwu mengurus rumah, sementara Tangkiling kecil tumbuh aktif bermain bersama teman-temannya.
Peristiwa yang Mengubah Segalanya
Suatu hari, Tangkiling pulang dalam keadaan lapar dan terus merengek meminta makanan.
BACA JUGA:Camping Jadi Tren Wisata Alam Bebas, Bisnis Sewa Perlengkapan Ourdoor Raup Cuan
Ibunya yang sedang sibuk memasak meminta ia menunggu.
Namun karena tak sabar, tangis Tangkiling semakin menjadi.
Dalam kondisi lelah dan emosi, Bawi Kuwu tanpa sengaja memukul kepala anaknya dengan sendok nasi hingga terluka.
Merasa tersakiti dan tidak disayangi, Tangkiling kecil melarikan diri dari rumah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
