Hunian Tangguh 2026: 12 Tips Membangun Rumah Tahan Panas, Hujan, dan Aman Banjir
Tips Membangun Rumah Tahan Panas, Hujan, dan Aman dari Risiko Banjir-net-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Memasuki tahun 2026, fenomena cuaca ekstrem seperti gelombang panas yang menyengat serta curah hujan tinggi yang memicu banjir menjadi tantangan nyata bagi pemilik rumah.
Membangun hunian saat ini tidak cukup hanya fokus pada estetika, tetapi juga harus mengedepankan aspek resiliensi atau ketahanan bangunan terhadap iklim.
Berikut adalah 12 tips teknis bagi Anda yang merencanakan membangun atau merenovasi rumah agar siap menghadapi panas, hujan, dan ancaman banjir:
1. Tinggikan Elevasi Lantai Utama
Langkah preventif pertama terhadap banjir adalah menentukan titik peleton atau ketinggian lantai rumah. Pastikan lantai utama berada minimal 50 cm hingga 1 meter di atas permukaan jalan atau titik tertinggi banjir yang pernah terjadi di lingkungan tersebut.
2. Gunakan Sistem Ventilasi Silang (Cross Ventilation)
Untuk mengatasi panas tanpa ketergantungan penuh pada AC, rancanglah bukaan jendela yang saling berhadapan. Udara segar yang masuk dari satu sisi akan mendorong udara panas keluar dari sisi lainnya, menjaga suhu kabin tetap sejuk secara alami.
3. Pilih Material Atap yang Memantulkan Panas
Hindari atap seng atau asbes biasa. Gunakan atap berbahan tanah liat premium atau metal berpasir yang dilengkapi lapisan aluminium foil di bawahnya untuk memantulkan radiasi matahari sebelum masuk ke plafon rumah.
BACA JUGA:Rumah Jadi Sejuk! 7 Model Teras Lahan Sempit yang Bikin Sirkulasi Udara Maksimal di Hunian Tropis
4. Buat Teritisan Atap yang Lebar
Teritisan atau bagian atap yang menjorok keluar berfungsi melindungi dinding dari panas matahari langsung dan mencegah air hujan menyiram tembok (tampyas).
Panjang teritisan minimal 120 cm sangat ideal untuk iklim tropis seperti Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
