Jelang Akhir Tahun, Serapan Pupuk Subsidi Sumsel Tembus 82 Persen
Foto : Kadistan dan Horkultura Sumsel Bambang Pramono.--ist
PAGARALAMPOS.COM – Penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Sumatera Selatan terus menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun 2025. Hingga pertengahan Desember, realisasi distribusi pupuk subsidi secara keseluruhan telah mencapai 82 persen dari total alokasi yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel per 14 Desember 2025, sebanyak 304.365 ton pupuk subsidi telah tersalurkan dari total alokasi 370.965 ton. Capaian tersebut dipengaruhi adanya penambahan alokasi pupuk jenis Urea dan NPK di tengah tahun berjalan.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan tambahan alokasi pupuk Urea mencapai 21 persen, sedangkan pupuk NPK meningkat hingga 30 persen. Penambahan ini membuat persentase serapan secara global terlihat belum maksimal.
“Apabila tidak ada tambahan alokasi atau re-alokasi pupuk tersebut, sebenarnya penyerapan sudah bisa mencapai 100 persen,” ujar Bambang saat diwawancarai, Selasa (30/12/2025).
BACA JUGA:Tingkatlan Produktivitas Pertanian, 15 Poktan di Pagar Alam Terima Bantuan Oplah
BACA JUGA:Perkuat Kelembagaan Petani dan Peningkatan Produktivitas Sektor Pertanian Berkelanjutan
Secara wilayah, Bambang menyebut Kota Prabumulih menjadi daerah dengan capaian serapan tertinggi yakni 100 persen. Sebaliknya, Kota Palembang masih mencatatkan angka terendah dengan realisasi penyaluran pupuk subsidi baru mencapai 36 persen.
Selain Palembang, rendahnya serapan juga terjadi di Kabupaten Ogan Ilir yang hingga kini baru mencapai 59,53 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor alam, terutama masih tingginya genangan air di sejumlah lahan pertanian.
Menghadapi tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumsel mengusulkan peningkatan alokasi pupuk NPK dari sebelumnya 203.000 ton menjadi sekitar 274.000 ton. Usulan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah.
“Usulan kenaikan sekitar 71.000 hingga 76.000 ton ini kami harapkan dapat diakomodir oleh Menteri guna mendukung target produksi pangan nasional,” jelas Bambang.
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, Dinas Pertanian Sumsel terus memperketat proses verifikasi melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Verifikasi tersebut mencakup kelengkapan data petani, kepemilikan KTP, serta luasan lahan yang digarap.
BACA JUGA:Pagar Alam Tiru Sistem Pertanian Terintegrasi dan Inovatif di Sidrap
Bambang menegaskan, sepanjang tahun 2025 stok pupuk subsidi di tingkat distributor dan kios penyalur berada dalam kondisi aman dan berlimpah. Hal ini memastikan tidak terjadi kelangkaan pupuk di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
