Pemkot PGA

Berkebun di Ruang Terbatas: 7 Ide Kebun Sayur Teras yang Praktis, Irit Air, dan Efisien

Berkebun di Ruang Terbatas: 7 Ide Kebun Sayur Teras yang Praktis, Irit Air, dan Efisien

Berkebun di Ruang Terbatas: 7 Ide Kebun Sayur Teras yang Praktis, Irit Air, dan Efisien-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Memiliki kebun sayur sendiri saat ini tidak lagi identik dengan lahan luas atau perawatan yang menyita banyak waktu.

Bagi masyarakat perkotaan, area teras rumah yang terbatas pun dapat diubah menjadi kebun sayur yang hijau, subur, dan produktif.

Melalui penerapan teknik budidaya yang sesuai, tanaman sayuran tetap bisa tumbuh optimal meskipun tidak disiram setiap hari.

Faktor penentunya terletak pada pemilihan sistem tanam yang efisien serta jenis tanaman yang cocok untuk ruang sempit.

Tren kebun sayur hemat air kian berkembang seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan waktu dan sumber daya secara bijak.

Berbagai metode seperti pot dengan sistem penyiraman otomatis, hidroponik model sumbu, hingga media tanam yang memiliki daya simpan air tinggi terbukti mampu menjaga kelembapan tanah lebih lama.

BACA JUGA:9 Tips Memilih Desain Pagar Minimalis Anti-Ular, Aman untuk Keluarga dan Tetap Estetik!

Di sisi lain, beberapa jenis sayuran memang dikenal lebih adaptif terhadap minimnya penyiraman. Tanaman seperti kangkung, bayam, sawi, daun bawang, selada, cabai rawit, hingga tomat ceri dapat tumbuh dengan baik di area teras asalkan memperoleh paparan sinar matahari yang memadai serta nutrisi yang seimbang.

Pengaturan pot secara vertikal atau bertingkat menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan ruang yang tersedia. Dengan penataan yang tepat, keterbatasan lahan tidak lagi menjadi kendala untuk mulai berkebun di rumah.

Selain berkontribusi pada penghematan air, kebun sayur di teras juga memberikan keuntungan dari sisi ekonomi dan kesehatan. Kebutuhan sayuran harian dapat dipenuhi secara mandiri dengan hasil panen yang lebih segar dan higienis. Kegiatan berkebun pun dapat menjadi aktivitas menenangkan yang membantu mengurangi penat setelah menjalani rutinitas.

Para pegiat urban farming juga menyarankan penggunaan mulsa alami, seperti sekam padi atau serbuk kayu, untuk mempertahankan kelembapan media tanam. Penyiraman cukup dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali, tergantung kondisi cuaca dan jenis tanaman.

BACA JUGA: Honda Vario 125 Terbaru Resmi Meluncur, Varian Street Hadir dengan Desain Lebih Modern dan Sporty

Dengan perawatan yang relatif sederhana tersebut, kebun sayur di teras rumah tetap dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan panen yang memuaskan. Tren berkebun praktis ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak keluarga memanfaatkan ruang terbatas di rumah, tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga sebagai langkah nyata menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: