Menelusuri Sejarah Sungai Barito: Nadi Kehidupan dari Pegunungan Schwaner!
Menelusuri Sejarah Sungai Barito: Nadi Kehidupan dari Pegunungan Schwaner!-Net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Sungai Barito adalah salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Indonesia.
Membentang sepanjang kurang lebih 900 kilometer dari hulu di Pegunungan Schwaner di Kalimantan Tengah hingga bermuara di Laut Jawa melalui wilayah Kalimantan Selatan.
Sungai ini bukan hanya aliran air biasa; ia adalah saksi bisu perjalanan sejarah, peradaban, dan budaya masyarakat Dayak serta Banjar yang mendiami tepian sungainya selama berabad-abad.
Asal Usul Nama dan Letak Geografis
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Candi Arimbi: Jejak Peninggalan Majapahit di Lereng Gunung Arjuno!
Nama “Barito” diperkirakan berasal dari bahasa setempat yang mengacu pada wilayah hilir sungai.
Dalam narasi masyarakat lokal, Sungai Barito sering disebut sebagai "Batang Banyu" atau “Batang Barito”.
Secara geografis, sungai ini memiliki peran strategis karena menghubungkan daerah pedalaman Kalimantan dengan kawasan pesisir, menjadikannya jalur utama transportasi dan perdagangan sejak masa lampau.
Sungai Barito mengalir melewati berbagai kota penting, seperti Buntok, Muara Teweh, Puruk Cahu, hingga Banjarmasin.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Kerajaan Majapahit: Jejak Kejayaan Nusantara yang Mendunia!
Kota terakhir bahkan dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai”, di mana Sungai Barito menjadi jalur utama yang menopang aktivitas ekonomi dan sosial warganya.
Peran Sejarah dalam Peradaban Suku Dayak dan Banjar
Dalam lintasan sejarahnya, Sungai Barito menjadi jalur utama perpindahan dan penyebaran manusia, budaya, serta perdagangan.
Masyarakat Dayak Maanyan, Dusun, dan Ot Danum yang tinggal di bagian hulu sungai menjadikan Barito sebagai sarana utama transportasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
