Menelusuri Sejarah Monumen Kresek Madiun: Jejak Kelam Pemberontakan PKI 1948!
Menelusuri Sejarah Monumen Kresek Madiun: Jejak Kelam Pemberontakan PKI 1948!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di sebuah sudut tenang di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berdiri sebuah monumen yang menyimpan kisah kelam sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya persatuan bangsa.
Bukan sekadar tumpukan batu atau patung biasa, Monumen Kresek menyimpan sejarah tragis yang berakar dari peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1948.
Latar Belakang Sejarah
Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia masih berjuang mempertahankan kedaulatan dari ancaman luar maupun dalam negeri. Salah satu ancaman dari dalam datang dari PKI yang saat itu dipimpin oleh Musso.
BACA JUGA:Sejarah Legenda Ciung Wanara: Jejak Kebenaran, Perebutan Takhta, dan Warisan Budaya Sunda!
Pada September 1948, PKI melakukan pemberontakan di Madiun, berusaha mengambil alih pemerintahan dengan ideologi komunis.
Dalam aksinya, mereka melakukan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh pemerintahan, pemuka agama, aparat keamanan, serta masyarakat yang dianggap sebagai lawan ideologi.
Peristiwa ini memunculkan gelombang kekacauan dan ketakutan di wilayah Madiun dan sekitarnya.
Salah satu lokasi yang menjadi saksi kekejaman pemberontakan tersebut adalah Desa Kresek. Di desa inilah banyak korban dibantai secara keji, kemudian dikuburkan secara massal.
BACA JUGA:Sejarah Legenda Gunung Kencana: Misteri Istana Emas dan Penjaga Gaib dari Tanah Sunda!
Atas dasar tragedi inilah, Monumen Kresek didirikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat sejarah.
Proses Pembangunan Monumen
Monumen Kresek dibangun oleh pemerintah Kabupaten Madiun sebagai bentuk penghormatan kepada para korban kekejaman PKI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
