Pemkot PGA

Upacara Potong Rambut Bayi di Minangkabau Tanda Syukur dan Awal Perjalanan Hidup

Upacara Potong Rambut Bayi di Minangkabau Tanda Syukur dan Awal Perjalanan Hidup

Upacara Potong Rambut Bayi di Minangkabau Tanda Syukur dan Awal Perjalanan Hidup--

PAGARALAMPOS.COM - Upacara potong rambut bayi atau dikenal dengan "Aqiqah" dalam adat Minangkabau bukan sekadar tradisi. 

Ini adalah simbol syukur keluarga atas karunia Tuhan berupa anak yang lahir sehat ke dunia.

Namun, di Minangkabau, ritual ini bukan hanya tentang mencukur rambut semata. 

Ia juga menjadi titik awal memperkenalkan bayi kepada dunia sosial dan adat tempat ia akan tumbuh.

BACA JUGA:Gaya Rambut Keriting Besar di Amerika Latin Warisan Afrika yang Dirayakan Lewat volume

Biasanya dilakukan ketika bayi berusia tujuh hari, upacara ini diiringi doa-doa dan lantunan ayat suci. 

Rambut bayi akan dipotong oleh tokoh adat, orang tua, atau tokoh agama sebagai lambang pembersihan diri. 

Prosesi ini juga disertai dengan pemberian nama, doa keselamatan, dan harapan-harapan hidup.

Tidak jarang, keluarga menyertai acara dengan membagikan daging kambing sebagai sedekah.


Upacara Potong Rambut Bayi di Minangkabau Tanda Syukur dan Awal Perjalanan Hidup--

Dalam masyarakat Minangkabau, momen ini adalah peristiwa keluarga besar dan masyarakat.

Undangan bisa datang dari berbagai lapisan — tetangga, saudara jauh, bahkan tokoh adat setempat. 

Rumah akan dibersihkan, dapur bergeliat, dan suasana menjadi ramai oleh suara tawa dan aroma masakan khas Minang. 

Anak yang baru lahir disambut sebagai bagian dari masyarakat, bukan hanya keluarga inti.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: