Gaya Rambut Gimbal Suku Rastafari Bukan Sekadar Fashion, tapi Filosofi Hidup
Gaya Rambut Gimbal Suku Rastafari Bukan Sekadar Fashion, tapi Filosofi Hidup--
PAGARALAMPOS.COM - Gimbal bukan sekadar gaya rambut yang dibiarkan kusut atau tak disisir berbulan-bulan.
Bagi kaum Rastafari, gimbal adalah lambang spiritualitas dan perlawanan terhadap penindasan sistemik.
Akar filosofinya terinspirasi dari ajaran Kitab Suci, terutama Nazarit dalam Perjanjian Lama yang tidak memotong rambut sebagai bentuk janji pada Tuhan.
Maka tak heran bila gimbal mereka bukan hanya gaya, tapi bagian dari ritual hidup yang sakral.
BACA JUGA:Gaya Rambut Suku Maasai di Kenya Ketika Rambut Merah Oker Jadi Tanda Keperkasaan
Rambut gimbal dalam Rastafarianisme adalah ekspresi dari keyakinan mendalam terhadap alam dan kemurnian jiwa.
Mereka percaya bahwa tubuh adalah kuil, dan rambut merupakan perpanjangan dari energi spiritual yang tidak boleh diganggu.
Dengan membiarkan rambut tumbuh alami dan membentuk dirinya sendiri, para Rastafari menunjukkan kesetiaan pada prinsip *livity*, yaitu hidup selaras dengan alam dan menjauhi pengaruh dunia modern yang dianggap korup.
Jadi, gimbal mereka adalah bentuk penghormatan terhadap Sang Pencipta.
BACA JUGA:Straight Cut dengan Layer Ringan Tampilan Simpel tapi Tidak Membosankan
Banyak orang di luar komunitas Rastafari sering salah kaprah dan mengira rambut gimbal adalah tren semata.
Padahal, setiap helainya menyimpan cerita perjuangan, doa, dan identitas.
Bahkan, di Jamaika, tanah kelahiran gerakan ini, para Rastafari pernah mengalami diskriminasi dan kekerasan hanya karena penampilan mereka yang dianggap “tidak rapi.”
Tapi bagi mereka, gimbal justru merupakan simbol keberanian menolak tunduk pada aturan kolonial yang memaksakan standar kecantikan Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
