Pemkot PGA

Sejarah Gunung Putri: Jejak Legenda, Benteng Kolonial, dan Aura Mistis di Lembang!

Sejarah Gunung Putri: Jejak Legenda, Benteng Kolonial, dan Aura Mistis di Lembang!

Sejarah Gunung Putri: Jejak Legenda, Benteng Kolonial, dan Aura Mistis di Lembang!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Putri, sebuah perbukitan yang terletak di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyimpan jejak sejarah dan kisah mistis yang menjadi daya tarik masyarakat lokal maupun wisatawan.

Dengan ketinggian sekitar 1.587 meter di atas permukaan laut, tempat ini bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena narasi historis dan mitologis yang melekat kuat di benak masyarakat.

Asal-usul Nama Gunung Putri

Nama “Gunung Putri” berasal dari legenda yang telah turun-temurun diceritakan oleh warga setempat.

BACA JUGA:Waspada! Ini 10 Tanda Seseorang Diduga Memelihara Tuyul demi Kekayaan Kilat

Konon, nama ini berkaitan dengan kisah seorang putri kerajaan yang kabur ke kawasan pegunungan untuk menghindari perjodohan paksa.

Dalam kisah rakyat tersebut, sang putri memilih melarikan diri ke gunung daripada harus menikah dengan orang yang tidak dicintainya.

Ia pun dikisahkan menghilang di tengah hutan dan tidak pernah ditemukan kembali. Sejak saat itu, gunung tempat ia terakhir terlihat disebut Gunung Putri, sebagai bentuk penghormatan atas kisah cinta dan pengorbanannya.

Jejak Sejarah Kolonial

Di balik kisah legenda yang menyelimuti, Gunung Putri juga menyimpan jejak sejarah penting dari masa kolonial Belanda.

BACA JUGA:Sejarah Candi Tara: Jejak Keagungan Buddha di Tanah Jawa Abad ke-8!

Di atas puncaknya, terdapat reruntuhan sebuah bangunan tua yang dikenal sebagai “Benteng Gunung Putri.”

Benteng ini dipercaya dibangun pada abad ke-19 oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai pos pengamatan militer karena letaknya yang strategis dan memiliki pandangan luas ke arah Lembang dan Kota Bandung.

Fungsi utama benteng ini adalah sebagai tempat perlindungan sekaligus titik pengawasan terhadap pergerakan masyarakat pribumi maupun potensi serangan dari kelompok-kelompok yang menentang kekuasaan Belanda.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait