Menelusuri Sejarah Museum Puri Lukisan Ubud: Jejak Seni di Jantung Bali!
27 Museum Terbaik di Bali untuk Pecinta Sejarah dan Seni [dengan-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Museum Puri Lukisan Ubud bukan sekadar tempat menyimpan karya seni.
Ia adalah saksi hidup perkembangan seni rupa Bali yang sarat nilai budaya dan spiritualitas.
Terletak di jantung Ubud, Gianyar, Bali, museum ini telah lama menjadi pusat penting bagi pelestarian seni lukis dan ukir Bali klasik maupun modern.
Keberadaannya menjadi simbol kolaborasi antara budaya lokal dengan dunia internasional, serta wujud komitmen terhadap pelestarian identitas seni Bali yang otentik.
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Tanah Pasai: Sejarah Museum Malikussaleh!
Awal Berdiri: Kolaborasi Budaya yang Langka
Museum Puri Lukisan Ubud berdiri pada tahun 1956 atas inisiatif tokoh seni Bali ternama, Cokorda Gede Agung Sukawati, yang merupakan penguasa Puri Ubud saat itu.
Ia menggandeng Rudolf Bonnet, seorang pelukis asal Belanda yang telah lama menetap di Bali dan begitu mencintai seni dan budaya lokal.
Kolaborasi ini menjadi penanda penting bagi dunia seni rupa Bali karena menghadirkan dialog antara dua dunia: tradisi Bali dan perspektif seni Barat.
Cokorda Gede Agung, yang dikenal sebagai pelindung para seniman, ingin menciptakan ruang yang bisa mewadahi dan menghargai karya-karya seniman Bali.
Sementara Bonnet, yang melihat potensi besar dalam gaya dan teknik melukis masyarakat Bali, ingin membantu mendokumentasikan serta melestarikan warisan seni tersebut.
BACA JUGA:Jejak Perjuangan di Tanah Sumatera: Sejarah Museum Bukit Barisan, Medan!
Hasil dari pertemuan dua visi besar ini adalah berdirinya Museum Puri Lukisan sebagai museum seni rupa tertua di Bali.
Tujuan dan Filosofi Pendirian
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
