Pemkot PGA

Sejarah Tradisi Fahombo: Lompat Batu sebagai Simbol Keberanian dan Kedewasaan Suku Nias!

Sejarah Tradisi Fahombo: Lompat Batu sebagai Simbol Keberanian dan Kedewasaan Suku Nias!

Sejarah Tradisi Fahombo: Lompat Batu sebagai Simbol Keberanian dan Kedewasaan Suku Nias!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Tradisi Fahombo atau Fahombo Batu merupakan salah satu warisan budaya yang paling terkenal dari Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Tradisi ini melibatkan aksi melompati tumpukan batu setinggi dua meter lebih, dan telah menjadi simbol keberanian, kedewasaan, serta harga diri dalam masyarakat Nias.

Di balik atraksinya yang mengundang decak kagum, Fahombo menyimpan sejarah panjang yang berakar pada sistem sosial dan kehidupan masyarakat Nias pada masa lalu.

Akar Sejarah dan Latar Belakang Tradisi

BACA JUGA:Sejarah Vihara Ksitigarbha Bodhisattva: Jejak Spiritualitas Tionghoa di Pulau Bintan!

Secara etimologis, "Fahombo" berarti "melompat." Tradisi ini disebut juga dengan "Lompat Batu" dalam bahasa Indonesia.

Menurut berbagai sumber sejarah dan cerita turun-temurun, Fahombo sudah ada sejak berabad-abad lalu.

Tepatnya pada masa ketika peperangan antardesa atau antarsuku masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Nias.

Dulu, setiap kampung di Nias dilindungi oleh pagar batu tinggi sebagai pertahanan terhadap serangan musuh. Untuk dapat menyerbu ke kampung lain, para pejuang harus mampu melompati tembok tinggi tersebut.

Maka dari itu, keterampilan melompati batu menjadi keahlian yang wajib dimiliki oleh para pemuda.

BACA JUGA:Sejarah Masjid 99 Kubah: Simbol Keagungan dan Arsitektur Islami di Makassar!

Dari kebutuhan ini, kemudian lahirlah sebuah tradisi yang kemudian menjadi ajang pembuktian kedewasaan dan keberanian: Fahombo.

Simbol Kedewasaan dan Peralihan Status

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait