Sejarah Tugu Pal Putih: Simbol Perjuangan dan Identitas Yogyakarta!
Sejarah Tugu Pal Putih: Simbol Perjuangan dan Identitas Yogyakarta!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Tugu Pal Putih, atau yang juga dikenal sebagai Tugu Yogyakarta, merupakan salah satu ikon paling terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Monumen ini tidak hanya menjadi penanda geografis yang penting, tetapi juga sarat akan nilai-nilai sejarah, perjuangan, dan kebudayaan.
Berdiri tegak di tengah persimpangan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo, Tugu Pal Putih telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang kota Yogyakarta sejak abad ke-18.
Awal Pembangunan Tugu
BACA JUGA:Misteri dan Sejarah Danau Segayam Gelumbang: Warisan Alam yang Tersimpan di Tengah Sumsel!
Nama tersebut merujuk pada bentuk awalnya, yaitu pilar berbentuk silinder (gilig) dengan bagian atas menyerupai bola (golong).
Pembangunan tugu ini bukan sekadar untuk hiasan atau penanda kota, melainkan memiliki makna spiritual dan filosofis yang dalam.
Tugu Golong-Gilig merupakan simbol dari manunggaling kawula lan gusti, atau persatuan antara rakyat dan pemimpin.
Garis ini mencerminkan keseimbangan kosmologis yang menjadi dasar tatanan hidup masyarakat Jawa.
BACA JUGA:Kekaisaran Pegunungan yang Tak Terkalahkan Ini Hebatnya Inca di Era Sebelum Teknologi
Keruntuhan Akibat Gempa
Pada tanggal 10 Juni 1867, gempa besar mengguncang wilayah Yogyakarta. Tugu Golong-Gilig pun roboh akibat gempa tersebut.
Kerusakan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menghapus sebagian dari simbol kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan tugu sebagai penjaga keseimbangan dan harmoni.
Selama beberapa waktu, reruntuhan tugu dibiarkan begitu saja, hingga pada tahun 1889, pemerintah kolonial Belanda memutuskan untuk membangun ulang tugu tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
