Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Gunung Sindoro: Jejak Alam dan Peradaban di Tengah Jawa!

Menelusuri Sejarah Gunung Sindoro: Jejak Alam dan Peradaban di Tengah Jawa!

Menelusuri Sejarah Gunung Sindoro: Jejak Alam dan Peradaban di Tengah Jawa!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Sindoro, yang juga dikenal sebagai Gunung Sundoro, merupakan salah satu gunung berapi aktif yang terletak di antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Dengan ketinggian mencapai 3.153 meter di atas permukaan laut, gunung ini tidak hanya menjadi daya tarik para pendaki dan pecinta alam.

Tetapi juga menyimpan kisah sejarah panjang yang berkelindan dengan kebudayaan, kepercayaan, dan peradaban lokal.

Asal-Usul Nama Sindoro

BACA JUGA:Sejarah Gunung Pakuwojo: Jejak Mistis dan Legenda Leluhu!

Nama "Sindoro" diyakini berasal dari bahasa Sansekerta, meskipun ada berbagai versi mengenai etimologinya.

Salah satu teori menyebutkan bahwa kata "Sindoro" bisa dikaitkan dengan kata "Sendara" atau "Sindara", yang dalam bahasa Jawa Kuno bisa bermakna "cahaya" atau "kemilau".

Hal ini kemungkinan merujuk pada penampakan puncak gunung yang kerap terlihat bersinar saat terkena cahaya matahari pagi.

Sementara itu, dalam legenda masyarakat lokal, Sindoro dan Sumbing kerap dianggap sebagai pasangan kembar atau dua saudara yang dijaga oleh kekuatan mistis.

BACA JUGA:Raja Terkaya Sepanjang Sejarah Kekayaan Mansa Musa Bikin Dunia Terpana

Jejak Peradaban Kuno

Di lereng Gunung Sindoro banyak ditemukan situs-situs purbakala yang menunjukkan pengaruh Hindu-Buddha pada masa kerajaan Mataram Kuno.

Candi Liyangan, khususnya, menjadi penemuan arkeologis penting karena di lokasi ini ditemukan tidak hanya bangunan candi.

tetapi juga pemukiman dan artefak rumah tangga dari abad ke-8 hingga ke-10. Penemuan ini menunjukkan bahwa kawasan lereng Gunung Sindoro pernah menjadi pusat kegiatan budaya dan keagamaan yang cukup maju.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait