Pemkot PGA

Sejarah Bukit Jaddih: Dari Tambang Kapur Menuju Destinasi Wisata Madura!

Sejarah Bukit Jaddih: Dari Tambang Kapur Menuju Destinasi Wisata Madura!

Sejarah Bukit Jaddih: Dari Tambang Kapur Menuju Destinasi Wisata Madura!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Bukit Jaddih adalah sebuah kawasan perbukitan kapur yang terletak di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur.

Tempat ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga menyimpan kisah sejarah panjang yang melekat erat dengan kehidupan masyarakat Madura.

Dalam beberapa dekade terakhir, transformasi Bukit Jaddih dari tambang tradisional menjadi objek wisata telah menarik perhatian publik, baik dari sisi historis, budaya, hingga potensi ekonominya.

Awal Mula Penambangan Kapur

BACA JUGA:Kaum Muda Penentu Sejarah Fakta Mengejutkan Revolusi 1945

Sejarah Bukit Jaddih berawal dari aktivitas penambangan batu kapur yang dilakukan oleh masyarakat lokal secara turun-temurun. Sejak puluhan tahun silam, warga setempat menggantungkan hidup pada sektor pertambangan ini.

Batu kapur dari Bukit Jaddih dikenal memiliki kualitas baik dan digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, mulai dari pembuatan semen, bahan bangunan, hingga kapur tohor untuk kebutuhan pertanian.

Proses penambangan dilakukan secara manual menggunakan alat-alat sederhana. Para pekerja, yang sebagian besar adalah laki-laki dewasa, menggunakan pahat dan palu untuk membelah dinding kapur.

Mereka menciptakan pola-pola potongan geometris yang kini menjadi ciri khas visual Bukit Jaddih.

BACA JUGA:Benteng Ferangi; Saksi Bisu Pelindung dan Simbol Perjuangan Melawan Penjajah

Dari segi sosial, pekerjaan ini bukan hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga membentuk identitas komunitas di kawasan tersebut.

Bukti Sejarah dalam Formasi Alam

Dalam proses panjang penambangan kapur, tak disangka Bukit Jaddih menghasilkan bentuk-bentuk unik pada tebing dan dinding bukit.

Lubang-lubang besar yang terbentuk akibat penggalian menciptakan gua buatan dan lorong-lorong sempit yang memperlihatkan sejarah tangan manusia di balik bentang alam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait