Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Candi Lumbung: Jejak Hindu-Buddha di Tanah Jawa!

Menelusuri Sejarah Candi Lumbung: Jejak Hindu-Buddha di Tanah Jawa!

Menelusuri Sejarah Candi Lumbung: Jejak Hindu-Buddha di Tanah Jawa!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Candi Lumbung merupakan salah satu peninggalan sejarah yang mencerminkan kejayaan masa lampau di Nusantara, khususnya pada masa berkembangnya agama Hindu dan Buddha.

Candi ini berada dalam kompleks kawasan Candi Prambanan, tepatnya di Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meskipun tidak sepopuler Candi Prambanan atau Borobudur, Candi Lumbung memiliki keunikan tersendiri yang patut untuk dikaji, terutama dari sisi sejarah dan arsitekturnya.

Asal Usul Nama dan Fungsi

BACA JUGA:Wow Terungkap! Misteri Mona Lisa Senyuman yang Tak Pernah Terpecahkan

Nama "Lumbung" dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk pada tempat penyimpanan padi. Namun, penamaan ini tidak berkaitan langsung dengan fungsi candi secara historis.

Menurut para arkeolog, nama ini diberikan oleh masyarakat sekitar berdasarkan bentuk bangunannya yang menyerupai lumbung.

Candi ini bukanlah tempat penyimpanan hasil panen, melainkan sebuah kompleks peribadatan umat Buddha Mahayana yang dibangun sekitar abad ke-9 Masehi.

Kompleks Candi yang Unik

BACA JUGA:Misteri Kota Gelanggi Peradaban Kuno yang Hilang di Jantung Hutan Malaysia, Fakta atau Mitos?

Candi Lumbung merupakan kompleks candi dengan satu candi induk yang dikelilingi oleh 16 candi perwara (pendamping) yang tersusun rapi dalam formasi simetris.

Candi induk berada di tengah dengan ukuran yang lebih besar dibanding candi perwara.

Struktur seperti ini menggambarkan pola pembangunan candi Buddha pada masa Mataram Kuno, yang menekankan harmoni dan keselarasan antara pusat (kosmos) dan lingkungan sekitarnya.

Candi ini dibangun menggunakan batu andesit, jenis batuan vulkanik yang banyak ditemukan di Jawa Tengah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait