Pemkot PGA

Jarang Orang Tahu! Asal-Usul Suku Betawi Campuran Budaya yang Jadi Identitas Jakarta

Jarang Orang Tahu! Asal-Usul Suku Betawi Campuran Budaya yang Jadi Identitas Jakarta

Jarang Orang Tahu! Asal-Usul Suku Betawi Campuran Budaya yang Jadi Identitas Jakarta-Kolase by Pagaralampos.com-Pagaralam.pos

PAGARALAMPOS.COM - Suku Betawi dikenal sebagai kelompok etnis yang sangat erat kaitannya dengan identitas Kota Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia.

Meskipun secara geografis Betawi identik dengan Jakarta, sejarah terbentuknya Suku Betawi justru menunjukkan bahwa mereka adalah hasil dari perpaduan berbagai etnis dan budaya yang sudah bermukim di Batavia sejak abad ke-17.

Kata "Betawi" sendiri berasal dari pelafalan lokal terhadap "Batavia", nama yang diberikan oleh penjajah Belanda untuk wilayah Jakarta saat itu.

Seiring waktu, masyarakat yang mendiami Batavia baik penduduk asli maupun para pendatang dari berbagai daerah seperti Sunda,

BACA JUGA:Tak Hanya Sekedar Indah! Mengenal Jejak Sejarah Kota Bandung Kota Kembang yang Kaya Budaya

BACA JUGA:Tak Hanya Menakjubkan! Inilah Perjalanan Sejarah Candi Sewu dan Upaya Pelestariannya

Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, Melayu, hingga bangsa asing seperti Arab, Cina, India, bahkan Belanda dan Portugis bercampur secara sosial dan kultural.

Proses percampuran ini berlangsung selama beberapa generasi dan pada akhirnya melahirkan satu komunitas dengan identitas baru yang kini dikenal sebagai Suku Betawi.

Pada masa penjajahan Belanda, terutama setelah VOC menguasai Batavia, kawasan ini menjadi pusat perdagangan dan administrasi yang mengundang banyak orang dari luar datang untuk menetap, berdagang, atau bekerja.

Penduduk asli yang sebelumnya mendiami wilayah pesisir utara Jawa seperti suku Sunda dan Jawa mulai tergusur atau berasimilasi dengan para pendatang.

BACA JUGA:Menakjubkan! Menelusuri Sejarah Perjalanan Kartini Dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan

BACA JUGA:Wow Tak Disangka, Sejarah dan Keistimewaan Candi Arjuna di Dieng

Belanda bahkan mendatangkan budak dari berbagai wilayah Nusantara dan luar negeri untuk bekerja, termasuk dari Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, bahkan Afrika.

Kondisi tersebut membentuk sebuah komunitas yang beragam dan memiliki struktur sosial yang kompleks.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait