Pemkot PGA

Sejarah Bukit Moko: Dari Hutan Pinus ke Destinasi Favorit di Atas Awan!

Sejarah Bukit Moko: Dari Hutan Pinus ke Destinasi Favorit di Atas Awan!

Sejarah Bukit Moko: Dari Hutan Pinus ke Destinasi Favorit di Atas Awan!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Bukit Moko, sebuah kawasan perbukitan yang terletak di timur laut Kota Bandung, Jawa Barat, kini dikenal sebagai salah satu tempat wisata favorit bagi pencinta alam dan pemburu pemandangan matahari terbit maupun terbenam.

Namun, di balik keindahan alamnya yang menawan, Bukit Moko menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.

Awal Mula: Kawasan Hutan dan Perbukitan

Sejarah Bukit Moko bermula dari fungsi aslinya sebagai bagian dari kawasan hutan lindung yang berada di bawah pengelolaan Perhutani.

BACA JUGA:Tak Hanya Menakjubkan! Inilah Perjalanan Sejarah Candi Sewu dan Upaya Pelestariannya

Kawasan ini dulunya merupakan hutan pinus dan semak belukar yang belum banyak dijamah manusia.

Berada di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, Bukit Moko memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang masih asri.

Nama “Moko” sendiri masih menyisakan teka-teki. Beberapa versi menyebutkan bahwa nama ini diambil dari kata dalam bahasa Sunda kuno, meski belum ada sumber pasti yang menjelaskan arti harfiahnya.

Namun, masyarakat sekitar telah lama mengenal kawasan ini sebagai bagian dari “punggung” Pegunungan Manglayang yang mengelilingi Bandung dari arah timur.

BACA JUGA:Menakjubkan! Menelusuri Sejarah Perjalanan Kartini Dalam Memperjuangkan Pendidikan Perempuan

Perkembangan Jalan Akses dan Awal Popularitas

Pada awal 2000-an, akses ke Bukit Moko masih sangat terbatas. Jalan tanah yang licin dan berbatu hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua atau pejalan kaki.

Namun, perkembangan pariwisata di Kota Bandung secara perlahan ikut mendorong perhatian ke arah kawasan perbukitan ini.

Terlebih, dengan semakin padatnya pusat kota, masyarakat mulai mencari alternatif tempat wisata yang lebih tenang dan dekat dengan alam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait