Sejarah Lonceng Gereja Blenduk: Simbol Iman dan Penjaga Waktu di Kota Lama Semarang!
Sejarah Lonceng Gereja Blenduk: Simbol Iman dan Penjaga Waktu di Kota Lama Semarang!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Kota Semarang, khususnya kawasan Kota Lama, menyimpan banyak peninggalan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban.
Salah satu ikon penting di wilayah ini adalah Gereja Blenduk, sebuah gereja tua bergaya arsitektur Eropa yang hingga kini masih berdiri megah.
Namun, di balik kemegahan arsitektur bergaya neoklasik yang dimilikinya, terdapat satu elemen penting yang kerap luput dari perhatian, yakni lonceng gereja.
Lonceng ini bukan hanya alat pemanggil umat, tapi juga simbol perjalanan spiritual dan sosial dari masa kolonial hingga era modern.
BACA JUGA:Jejak Ratu Jay Shima: Antara Legenda Perempuan Perkasa dan Awal Mula Mataram Kuno
Asal Usul dan Sejarah Singkat Gereja Blenduk
Gereja Blenduk, atau secara resmi dikenal sebagai Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, dibangun pertama kali pada tahun 1753 oleh komunitas Kristen Protestan asal Belanda.
Nama "Blenduk" sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti "berkubah", merujuk pada bentuk atap gereja yang bulat dan khas.
Meskipun bentuk bangunannya telah banyak berubah, lonceng gereja tetap dipertahankan dan dirawat sebagai bagian dari warisan yang tak ternilai.
BACA JUGA:Sejarah Misteri Pulau Nusa Barong Jawa Timur: Pulau Tak Berpenghuni yang Diselimuti Aura Gaib!
Lonceng Sebagai Penanda Zaman
Lonceng gereja di Eropa, termasuk yang ada di koloni-koloni seperti Hindia Belanda, memiliki peran penting tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat.
Lonceng Gereja Blenduk didatangkan dari luar negeri, kemungkinan besar dari Belanda atau Jerman, mengingat teknologi pengecoran logam di Indonesia saat itu belum berkembang secara masif.
Lonceng ini dibuat dari logam campuran (biasanya tembaga dan timah), dan dilengkapi dengan mekanisme manual berupa tali yang ditarik untuk membunyikannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
