Sejarah Pantai Sanur Bali: Perpaduan Spiritual, Seni, dan Awal Pariwisata Bali!
Sejarah Pantai Sanur Bali: Perpaduan Spiritual, Seni, dan Awal Pariwisata Bali!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Pantai Sanur, yang terletak di sisi timur Kota Denpasar, Bali, bukan hanya sekadar destinasi wisata yang terkenal akan matahari terbitnya yang indah.
Di balik ketenangan ombak dan garis pantainya yang memanjang, Pantai Sanur menyimpan catatan sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan perkembangan budaya, spiritualitas, seni, dan bahkan awal mula pariwisata di Pulau Dewata.
Asal Usul dan Makna Sanur
Nama “Sanur” diperkirakan berasal dari dua kata dalam bahasa Bali: “sa” yang berarti satu atau satuan, dan “nur” yang berarti cahaya atau sinar.
BACA JUGA:Sejarah Gedung Indonesia Menggugat di Bandung: Jejak Perjuangan Soekarno dan Simbol Perlawanan!
Dengan demikian, “Sanur” dapat dimaknai sebagai tempat yang memiliki satu cahaya atau sumber pencerahan.
Catatan tertulis pertama yang menyebut nama Sanur berasal dari Prasasti Blanjong, yang ditemukan di Sanur pada tahun 1932.
Prasasti batu ini bertanggal tahun 914 Masehi dan ditulis oleh Raja Sri Kesari Warmadewa. Ini menunjukkan bahwa Sanur telah menjadi kawasan penting sejak lebih dari seribu tahun lalu.
Pantai Sanur dalam Perang Puputan Badung
BACA JUGA:Menelusuri Kisah Sejarah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Bandung Lama!
Sanur juga memiliki tempat penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bali melawan kolonialisme.
Pada tahun 1906, ketika Belanda melancarkan agresi militer ke wilayah Bali selatan, mereka mendarat melalui Pantai Sanur sebelum menuju pusat kerajaan di Denpasar.
Sanur, dalam konteks itu, menjadi saksi bisu dari perjuangan masyarakat Bali mempertahankan martabat dan kebudayaan mereka dari penjajahan.
Lahirnya Pariwisata Bali Modern
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
