Pemkot PGA

Perebutan Pengaruh di Hindia Belanda: Ketegangan AS-Jepang sebelum Perang Dunia II

Perebutan Pengaruh di Hindia Belanda: Ketegangan AS-Jepang sebelum Perang Dunia II

Perebutan Pengaruh di Hindia Belanda: Ketegangan AS-Jepang sebelum Perang Dunia II-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Amerika Serikat melihat Hindia Belanda sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi tidak secara langsung terlibat dalam urusan kolonial Belanda di Asia Tenggara.

Pada awalnya, hubungan antara AS dan Hindia Belanda bersifat diplomatis dan berfokus pada perdagangan, yang telah berlangsung sejak tahun 1805.

Menurut Rupert Emerson dalam penelitiannya, keterlibatan AS dalam politik Hindia Belanda masih sangat terbatas pada era 1920-an.

AS juga terikat dalam Pakta Empat Negara yang dihasilkan dari Konferensi Washington tahun 1921, yang menetapkan penghormatan terhadap hak-hak Belanda atas wilayah mereka di kawasan Samudra Pasifik.

BACA JUGA:Sejarah Gunung Raung: Aktivitas Vulkanik, Keindahan Alam, dan Mitos Legendaris!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah dan Keindahan Gunung Sindoro: Aktivitas Vulkanik, Mitos, serta Upaya Konservasi!

Perubahan Dinamika dan Meningkatnya Ketegangan

Situasi mulai berubah memasuki dekade 1930-an, terutama dalam perdagangan. Beberapa komoditas utama dari Hindia Belanda seperti karet, timah, dan kina menjadi sangat penting bagi AS.

Sementara itu, Jepang semakin berkembang sebagai kekuatan ekonomi baru, menyebabkan peningkatan impor dari Hindia Belanda ke Jepang, sementara perdagangan dengan Belanda dan Inggris menurun tajam.

Belanda mulai memperketat kontrol atas koloninya guna mengurangi pengaruh Jepang. Namun, langkah ini memicu reaksi dari AS, yang melihatnya sebagai upaya Belanda untuk mengalihkan pasokan minyak ke Jepang.

BACA JUGA:Sejarah Gunung Palung: Keindahan Alam dan Keanekaragaman Hayati di Kalimantan!

BACA JUGA:Mengenal Sejarah Gunung Batur: Gunung Berapi Aktif dengan Warisan Sejarah di Bali!

Akibatnya, AS memasukkan minyak dari Hindia Belanda dalam embargo ekspor ke Jepang, karena khawatir perdagangan tersebut akan memperkuat posisi Jepang di Asia.

Respons AS dan Memanasnya Situasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait