Pemkot PGA

Rahasia Tersembunyi di Pegunungan Alpen: Penemuan Artefak Romawi yang Mengguncang Sejarah

Rahasia Tersembunyi di Pegunungan Alpen: Penemuan Artefak Romawi yang Mengguncang Sejarah

Rahasia Tersembunyi di Pegunungan Alpen: Penemuan Artefak Romawi yang Mengguncang Sejarah-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Tim arkeolog menemukan sejumlah artefak dari Zaman Perunggu yang terkubur lebih dari 3.000 tahun lalu di Pegunungan Alpen Swiss.

Para peneliti menduga benda-benda ini dikuburkan sebagai bagian dari ritual keagamaan, mengingat artefak tersebut sengaja dirusak dan ditekuk sebelum dibungkus kulit dan disimpan dalam kotak kayu.

Artefak ini diperkirakan berasal dari tahun 1200 hingga 1000 SM, masa di mana praktik menghancurkan dan membuang benda logam sebagai bentuk persembahan kepada dewa-dewi cukup umum terjadi.

Menariknya, penemuan serupa juga ditemukan di situs kuil Romawi kuno di area pegunungan yang sama, memberikan wawasan baru tentang praktik keagamaan masyarakat pada masa itu.

BACA JUGA:Sejarah Pakaian Adat Bangka Belitung: Memiliki Karakteristik Unik yang Mencerminkan Keindahan dan Kekayaan!

BACA JUGA:Rumah Adat Bolon Khas Suku Batak: Penuh Jejak Sejarah dan Setiap Bagian Rumahnya Memiliki Filosofi!

Berlokasi di ketinggian 2.590 meter di atas permukaan laut, situs ini diduga menjadi tempat sakral untuk menyimpan persembahan nazar, termasuk koin dan berbagai artefak lainnya.

Penemuan ini bermula dari laporan seorang pendaki yang secara tidak sengaja menemukan koin kuno pada tahun 2020, yang kemudian memicu penggalian lebih lanjut oleh tim arkeologi.

Sejak 2022, para arkeolog telah mengumpulkan sekitar 100 koin Romawi, 59 paku sepatu, 27 kristal batu, pecahan plakat nazar berbentuk daun, dan sebuah bros antik.

Regula Gubler, manajer proyek arkeologi, menyatakan bahwa jumlah artefak yang ditemukan, ditambah lokasi yang sulit diakses, mengindikasikan bahwa situs ini memiliki makna spiritual yang mendalam.

BACA JUGA:Sejarah Tari Merak: Apa itu Tari Merak? dan Bagaimana Makna Dibalik Tari itu!

BACA JUGA:Sejarah Candi Kidal: Penghormatan untuk Anusapati Raja Singasari yang bercorak Hindu!

Adriano Boschetti, seorang arkeolog dari Layanan Arkeologi Kanton Bern, menduga bahwa dataran tinggi antara Ammertenhorn dan Wildstrubel dulunya berfungsi sebagai tempat suci yang bisa terlihat dari kejauhan.

Bukti tambahan berupa kristal alami memperkuat asumsi bahwa masyarakat Romawi kuno mendaki gunung ini untuk mempersembahkan nazar secara langsung kepada para dewa, terutama dewi-dewi yang diyakini bersemayam di pegunungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait