Suku Polahi yang Terkenal Dengan Tradisi Tak Masuk Akalnya, Salahsatunya Soal Pernikahan Sedarah!

Suku Polahi yang Terkenal Dengan Tradisi Tak Masuk Akalnya, Salahsatunya Soal Pernikahan Sedarah!

Kehidupan suku Polahi di Gorontalo terkenal masih sangat tertutup. Suku Polahi merupakan kelompok masyarakat yang berdiam di salah satu wilayah di Gorontalo.-Foto : net-

PAGARALAMPOS.COM - Kehidupan suku Polahi di Gorontalo terkenal masih sangat tertutup. suku Polahi merupakan kelompok masyarakat yang berdiam di salah satu wilayah di Gorontalo.

Masyarakat Polahi merupakan suku terdalam asli dari Gorontalo yang tidak mengalami revolusi. Masyarakat suku Polahi menggunakan bahasa asli Gorontalo zaman dahulu, mereka juga menggunakan bahasa tubuh yang hanya dimengerti oleh suku mereka.

Melalui pandangan mendalam ini, kita akan mencoba memahami perspektif dan tantangan yang dihadapi oleh suku ini, dan juga sejauh mana mereka terpengaruh oleh dunia modern yang terus berubah. 

Saat suku Polahi menghadapi dampak pengaruh eksternal, kekuatan mereka dalam mempertahankan esensi tradisional memberikan inspirasi Kehidupan di pedalaman hutan Gorontalo memungkinkan mereka untuk tetap terisolasi dari arus utama perubahan, namun dampak globalisasi dan interaksi dengan komunitas lain mulai memberikan pengaruh. 

BACA JUGA:Kisah Melegenda Gapura Gerbang Majapahit, Bernilai Fantastik yang Jadi Incaran Wisata Sejarah

Meskipun beberapa perubahan positif telah terjadi dalam hal kesejahteraan dan pendidikan, ada aspek-aspek dari tradisi mereka yang tetap menimbulkan pertanyaan dan perdebatan di kalangan masyarakat luas. 

Keseimbangan antara warisan budaya dan tuntutan perubahan adalah dinamika yang terus dihadapi oleh suku Polahi dalam perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih baik.

Meskipun pernikahan sedarah dianggap tabu di luar sana, hal ini merupakan hal yang lazim di suku Polahi.

Selain itu, poligami juga diterima di suku ini, dan para pria suku Polahi tidak keberatan untuk menikahi lebih dari satu wanita.

BACA JUGA:Taklukkan Nusantara, Hubungan Saling Melengkapi Antara Tribhuwana Tunggadewi dan Mahapatih Gajah Mada

Sistem poligami yang unik ini seringkali berhubungan dengan pernikahan sedarah di suku Polahi, seperti menikahi dua saudara kandung sekaligus dan sebagainya.

Yang lebih mengejutkan, meskipun pernikahan sedarah sering kali dikaitkan dengan kelahiran anak-anak yang cacat, namun di suku Polahi tidak terdapat anak-anak cacat dari pernikahan sedarah tersebut. 

Anak-anak yang lahir dari pernikahan sedarah di suku Polahi justru normal dan sehat. Fenomena ini menjadi misteri yang belum terpecahkan di suku Polahi.

Meskipun suku Polahi telah mengalami pengaruh dari luar dan kehidupan mereka lebih sedikit modern, tradisi pernikahan sedarah masih sering ditemui. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: