Pemkot PGA

Pasar Induk Sidotopo Serap Puluhan Tenaga Kerja Warga Surabaya

Pasar Induk Sidotopo Serap Puluhan Tenaga Kerja Warga Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di pasar tradisional-Foto: net-jawapos.com

JAKARTA,PAGARALAMPOS.COM -  Dirut PT Paskomnas Indonesia Hartono Wignyo mengatakan, Pasar Induk Sidotopo Surabaya (PISS) memiliki luas sekitar 3,4 hektare. Menampung lebih kurang 800 pedagang.

Untuk keseluruhan lapak di PISS kurang lebih 1.500 lapak. ”Dengan adanya pasar induk, kami juga melakukan penyerapan tenaga kerja dari warga sekitar. Kurang lebih saat ini ada 20 orang,” tutur Hartono.

Hartono berharap dengan adanya pasar induk, kebutuhan pasar di Surabaya terpenuhi. Di Surabaya masih baru sekitar 1.000 ton kebutuhan pasar setiap hari.

Hartono menambahkan, semua kebutuhan hortikultura tersedia di PISS. Mulai sayur hingga buah-buahan.

BACA JUGA:World Water Forum 2024 Bali Jadi Momen Kerja Sama Tingkatkan Pengelolaan Air Global

”Pasti mencukupi kebutuhannya, kami melihat tonase saja. Bahkan tadi ketika rapat dengan pemerintah pusat dan Pak Wali, meminta kebutuhan minyak dan beras seperti bahan kebutuhan pokok penting itu bisa di taruh sini, sehingga bisa terpusat, dan mengendalikannya gampang,” jelas Hartono.

PISS bukan menjadi pasar induk pertama di Surabaya. Sebelumnya, ada Pasar Induk Osowilangon Surabaya (PIOS). Lokasinya di ujung barat Surabaya. Lebih dekat ke Gresik ketimbang Surabaya tengah kota.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) di kawasan Kecamatan Semampir, Rabu (15/2) sore. Pasar tradisional tersebut digadang menjadi sentral terbesar di Kota Pahlawan.

Wali Kota Eri Cahyadi ingin PISS dapat membawa dampak baik bagi masyarakat terutama warga Surabaya. Tak hanya itu, PISS juga bisa menjadi sentral untuk kulak bahan-bahan kebutuhan pokok ke depannya.

BACA JUGA:Menteri Basuki Menjadi Ketua Kontingen Tim Indonesia untuk Asian Games XIX di Hangzhou 2023

”Berarti, nanti seluruh pasar di Surabaya itu ngambilnya (kulakan) ya di pasar induk. Sehingga bisa untuk mencegah terjadinya inflasi,” kata Eri.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: