Mengenal Prasasti Tukmas, Situs Bersejarah di Sumber Air yang Diyakini Suci
Mengenal Prasasti Tukmas, Situs Bersejarah di Sumber Air yang Diyakini Suci-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Prasasti Tukmas dikenal sebagai salah satu peninggalan penting yang menandai awal masuknya pengaruh Hindu di Pulau Jawa.
Situs ini berada di lereng barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Keberadaannya yang dekat dengan sumber mata air alami menunjukkan bahwa lokasi tersebut kemungkinan besar memiliki nilai sakral pada masa lalu dan digunakan sebagai tempat ritual.
Nama “Tukmas” sendiri berasal dari istilah Jawa kuno, yaitu “tuk” yang berarti mata air dan “mas” yang berarti emas, melambangkan pentingnya sumber air tersebut bagi kehidupan masyarakat setempat.
Isi dan Bahasa Prasasti
Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sanskerta, yang mencerminkan kuatnya pengaruh budaya India pada masa itu.
BACA JUGA:Honda Monkey: Motor Mini Bergaya Klasik yang Diam-Diam Punya Teknologi Modern!
Berdasarkan karakter tulisan dan gaya bahasanya, para ahli memperkirakan prasasti ini berasal dari abad ke-6 hingga ke-7 Masehi, saat ajaran Hindu mulai berkembang di wilayah Jawa Tengah.
Isi prasasti berisi pujian kepada dewa-dewa Hindu, terutama Dewa Wisnu yang erat kaitannya dengan unsur air sebagai simbol kehidupan. Selain itu, terdapat berbagai simbol keagamaan seperti trisula, kendi, cakra, sangkha (keong), dan kapak.
Simbol-simbol tersebut berkaitan dengan ajaran Hindu, khususnya yang berhubungan dengan Dewa Siwa dan Wisnu, sehingga memperkuat dugaan bahwa lokasi ini dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan.
Penemuan Prasasti
Prasasti Tukmas pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dan mulai diteliti secara ilmiah oleh para arkeolog pada era 1970-an. Batu prasasti ini terbuat dari andesit dan berada di dekat aliran air yang jernih.
Lingkungan yang masih alami, sejuk, dan jauh dari keramaian membuat kawasan ini diyakini pernah menjadi tempat pertapaan atau pusat kegiatan spiritual. Hingga sekarang, prasasti tersebut tetap berada di lokasi aslinya dan telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
