Pemkot PGA

Mengenal Suku Buton: Jejak Peradaban, Tradisi Adat, dan Kemegahan Kesultanan di Sulawesi Tenggara

Mengenal Suku Buton: Jejak Peradaban, Tradisi Adat, dan Kemegahan Kesultanan di Sulawesi Tenggara

Mengenal Suku Buton: Jejak Peradaban, Tradisi Adat, dan Kemegahan Kesultanan di Sulawesi Tenggara-Foto: Net-

PAGARALAMPOS.COM - Suku Buton merupakan kelompok etnis yang mendiami wilayah Tenggara Pulau Sulawesi, tepatnya di Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara.

Mereka adalah kelompok mayoritas di pulau tersebut dan dikenal memiliki sejarah panjang yang penuh warna, terutama dalam hal budaya, adat istiadat, serta tata kelola pemerintahan tradisional.

Masyarakat Buton tidak hanya dikenang karena kelestarian tradisinya, tetapi juga karena peran penting mereka dalam membangun peradaban lokal jauh sebelum hadirnya kekuatan kolonial.

Jejak Asal Usul dan Identitas Kultural

Akar sejarah Suku Buton bermula dari berdirinya Kerajaan Buton yang kemudian berkembang menjadi Kesultanan Buton pada abad ke-15.

Komunitas ini terbentuk dari campuran berbagai etnis, termasuk unsur Melayu, Arab, dan penduduk asli setempat.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Bajo: Pengembara Laut dari Masa ke Masa!

BACA JUGA:Sejarah Bukit Karst: Jejak Geologi Purba, Warisan Alam, dan Budaya yang Terancam!

Perpaduan ini menghasilkan identitas budaya yang unik dan kuat.

Bahasa Buton terbagi dalam berbagai dialek sesuai dengan wilayah tempat tinggal masyarakatnya.

Beberapa bahasa lokal yang digunakan antara lain Cia-Cia, Kumbewaha, dan Lasalimu—semua mencerminkan keberagaman budaya yang tumbuh di lingkungan Kepulauan Buton.

Kejayaan Kesultanan Buton: Pemerintahan Berbasis Syariat dan Adat

Puncak peradaban Suku Buton tercermin dalam masa kejayaan Kesultanan Buton, yang berdiri sejak tahun 1332 M.

Awalnya berbentuk kerajaan tradisional, Buton mengalami transformasi menjadi kesultanan setelah masuknya ajaran Islam dan diresmikan sebagai agama utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait