Islam atau Hindu? Ini Agama Raja-raja Jawa Kuno
Islam atau Hindu? Ini Agama Raja-raja Jawa Kuno-pagaralampos-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Dalam diskursus sejarah Nusantara, pertanyaan mengenai agama yang dianut oleh tokoh-tokoh besar seperti Gajah Mada dan para raja Jawa klasik kerap memunculkan perdebatan.
Apakah mereka penganut Hindu, Buddha, atau justru telah mengenal Islam lebih awal dari yang diperkirakan sejarah arus utama?
Tulisan ini mencoba mengulas secara objektif berdasarkan sumber-sumber sejarah dan arkeologi.
Gajah Mada, tokoh mahsyur dari era Majapahit, dikenal sebagai Mahapatih yang berhasil menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa-nya.
BACA JUGA:Menguak Asal Usul dan Sejarah Kaum Romani, Benarkah dari India?
Berdasarkan naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca dan Pararaton, Gajah Mada hidup di lingkungan kerajaan yang menganut agama Hindu-Siwa dan Buddha Mahayana.
Majapahit sendiri dikenal sebagai kerajaan yang menerapkan toleransi tinggi terhadap berbagai keyakinan.
Raja Hayam Wuruk, atasan langsung Gajah Mada, tercatat sebagai penganut Hindu-Siwa yang taat.
Namun, dalam praktik keagamaan Majapahit, sinkretisme sangat kentara.
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Sahu: Jejak Budaya Leluhur dari Halmahera Barat!
Banyak candi yang dibangun memiliki unsur Hindu dan Buddha sekaligus, mencerminkan penyatuan kepercayaan sebagai simbol persatuan politik dan spiritual.
Tidak ada catatan langsung yang menyebutkan agama yang dianut Gajah Mada secara eksplisit.
Namun, petunjuk dapat ditemukan dalam konteks budaya dan gelar-gelar kehormatan yang digunakannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
