Mengenang Jembatan Merah, Tempat Perang Bersejarah di Kota Surabaya
Mengenang Jembatan Merah, Tempat Perang Bersejarah di Kota Surabaya-Foto: net -
PAGARALAMPOS.COM - Surabaya, kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, tak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi dan industri, tetapi juga memiliki julukan yang sarat makna: Kota Pahlawan. Julukan ini lahir dari sejarah perjuangan yang panjang, salah satunya terukir kuat di sebuah lokasi ikonik yang kini menjadi simbol nasional—Jembatan Merah.
Lebih dari sekadar penghubung jalan, Jembatan Merah adalah saksi nyata dari perjuangan besar rakyat Indonesia pascakemerdekaan.
Jejak Sejarah Jembatan Merah
Jembatan Merah dibangun pada abad ke-18 ketika wilayah ini masih berada di bawah kekuasaan Hindia Belanda.
Lokasinya sangat strategis karena menghubungkan pusat perdagangan Surabaya dengan Pelabuhan Kalimas, yang pada masa itu merupakan jalur penting distribusi barang dan aktivitas ekonomi.
BACA JUGA:Menelusuri Jejak Sejarah Suku Kamoro: Jejak Leluhur, Tradisi, dan Tantangan di Pesisir Papua!
BACA JUGA:Sejarah Suku Kei: Jejak Leluhur, Hukum Adat Larvul Ngabal, dan Warisan Maritim di Tenggara Maluku!
Warna merah mencolok yang digunakan sebagai cat awal jembatan inilah yang dipercaya menjadi asal muasal namanya. Namun seiring waktu, warna tersebut juga dianggap mencerminkan semangat perjuangan dan keberanian masyarakat Surabaya.
Di sekitar jembatan, terdapat bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial Belanda.
Gedung-gedung ini dahulu berfungsi sebagai kantor administrasi dan pusat niaga kolonial. Kawasan ini menjadi titik sentral dalam dinamika politik dan ekonomi kota pada masa lampau.
Pertempuran Berdarah di Sekitar Jembatan
Nama Jembatan Merah semakin dikenal setelah menjadi lokasi penting dalam Pertempuran Surabaya yang meletus pada 10 November 1945.
BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Suku Dawan: Jejak Leluhur dan Warisan Budaya di Tanah Timor!
BACA JUGA:Sejarah Suku Amungme: Penjaga Tanah Suci di Lembah Pegunungan Papua!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
