Pemkot PGA

Menelusuri Sejarah Watu Tugu: Jejak Misteri dan Kejayaan Masa Lalu di Minahasa!

Menelusuri Sejarah Watu Tugu: Jejak Misteri dan Kejayaan Masa Lalu di Minahasa!

Menelusuri Sejarah Watu Tugu: Jejak Misteri dan Kejayaan Masa Lalu di Minahasa!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Di balik keindahan alam Sulawesi Utara, tepatnya di Minahasa, berdiri sebuah batu besar yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah masyarakat lokal selama berabad-abad.

Watu Tugu, demikian masyarakat setempat menyebutnya, bukan sekadar bongkahan batu biasa. Ia menyimpan jejak misteri dan cerita kejayaan masa lampau yang melekat kuat dalam budaya dan identitas orang Minahasa.

Asal-Usul dan Makna Simbolik

Watu Tugu berasal dari dua kata dalam bahasa Minahasa: watu berarti batu dan tugu yang merujuk pada simbol atau penanda.

BACA JUGA:Afrika Selatan Terbelah Sistem Apartheid yang Menindas Jutaan Orang

Secara harfiah, Watu Tugu adalah batu penanda—namun bukan sembarang penanda.

Bagi masyarakat Minahasa, batu ini diyakini sebagai simbol pemersatu, terutama dalam konteks awal mula terbentuknya ikatan antar-walur Minahasa (sub-suku), seperti Tontemboan, Tombulu, Tonsea, dan lainnya.

Legenda yang diturunkan secara lisan menyebutkan bahwa Watu Tugu pernah menjadi tempat berkumpulnya para tetua adat Minahasa.

Di sanalah mereka melakukan musyawarah, menyatukan visi demi menjaga harmoni dan menghindari konflik antarsuku.

Karena itu, batu ini dianggap sebagai titik nol budaya Minahasa—simbol perjanjian suci dan kesepakatan yang mengikat masyarakat secara spiritual maupun sosial.

BACA JUGA:Mengungkap Batu-Batu Bernada dari Lembah Sulawesi, Misteri Peradaban yang Hilang Tak Terungkap

Jejak Sejarah dalam Keheningan Batu

Penelitian arkeologis terhadap Watu Tugu memang masih sangat terbatas, namun bentuk dan posisinya yang strategis menunjukkan bahwa batu ini bukanlah fenomena alami semata.

Bentuknya menyerupai tugu atau monolit dengan permukaan yang sebagian telah mengalami pelapukan, namun tetap menyimpan guratan-guratan halus yang diduga bekas pahatan atau ukiran kuno.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait