Pemkot PGA

Rahasia Ketangguhan Armor Pasukan Romawi: Simbol Kekuatan dan Kejayaan Kekaisaran

Rahasia Ketangguhan Armor Pasukan Romawi: Simbol Kekuatan dan Kejayaan Kekaisaran

Sejarah dan Keunggulan Baju Besi Legion Romawi Kuno: Seberapa Kuatkah?-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Kekaisaran Romawi memegang tampuk kekuasaan dari tahun 31 SM hingga 476 M, berpusat di kota Roma.

Sebelum mencapai status kekaisaran, wilayah ini sempat mengalami masa sebagai kerajaan, lalu bertransformasi menjadi republik, dan akhirnya berkembang menjadi imperium yang luas.

Pada puncak kejayaannya sekitar tahun 117 Masehi, Romawi menguasai wilayah lebih dari 5 juta kilometer persegi dan memiliki populasi yang mencakup sekitar 20% penduduk dunia saat itu.

Salah satu faktor utama keberhasilan mereka adalah kekuatan militer, yang terkenal karena kedisiplinan, strategi jitu, dan penggunaan perlengkapan tempur yang terstandarisasi melalui sistem yang disebut res militaris atau disciplina.

BACA JUGA:Menyikapi Sejarah Gereja Katedral: Simbol Iman dan Arsitektur Megah di Jantung Jakarta!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gedung Juang Tambun: Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bekasi!

Namun demikian, menurut sejarawan Yunani Christina Athanasiou, kualitas perlengkapan militer Romawi tidak selalu konsisten.

Pasca reformasi militer oleh Gaius Marius, kebutuhan akan suplai senjata dalam jumlah besar mendorong produksi massal, yang terkadang mengorbankan kualitas.

Contohnya, pada masa perang saudara, helm-helm prajurit kerap kali dibuat dari material yang kurang kokoh.

Akibatnya, banyak yang membutuhkan pelindung tambahan berupa anyaman atau lapisan ekstra. Penemuan perlengkapan standar hasil produksi massal di Cremona pada tahun 69 M menjadi bukti konkret dari fenomena ini.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gedung Dwi Warna: Simbol Warisan Kolonial dan Nasionalisme!

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Gedung Juang Tambun: Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Bekasi!

Laporan sejarah juga mencatat bahwa helm-legiun kerap rusak dalam pertempuran, seperti saat pengepungan Dyrrhachium oleh pasukan Pompeius.

Penurunan kualitas ini juga tercermin pada baju zirah mereka. Demi efisiensi dalam jumlah besar, ukuran dan mutu sering disesuaikan agar produksi lebih cepat dan biaya lebih rendah. Namun, sisi positifnya, zirah yang lebih ringan memungkinkan prajurit bergerak lebih lincah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait