Mengungkap Sejarah Candi Jago: Tempat Pendarmaan Raja Wisnuwardhana!
Mengungkap Sejarah Candi Jago: Tempat Pendarmaan Raja Wisnuwardhana!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Candi Jago adalah salah satu peninggalan sejarah yang menyimpan jejak kejayaan Kerajaan Singhasari di masa lampau.
Terletak di Desa Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, candi ini merupakan monumen penting yang mencerminkan kekuatan politik, spiritualitas, dan budaya masyarakat Jawa Timur pada abad ke-13.
Meski kini hanya tersisa sebagian dari bangunan aslinya, Candi Jago tetap menyuguhkan kekayaan nilai historis dan seni arsitektur yang patut dilestarikan.
Asal Usul dan Nama Candi
BACA JUGA:Wow Begini Sejarah Dibalik Pembangunan Jembatan Pasupati yang Jarang Orang Tahu!
Dalam bahasa Sanskerta, “Jajaghu” berarti "kebesaran" atau "kehormatan".
Candi Jago dibangun sebagai tempat pemuliaan (pemujaan) terhadap Raja Wisnuwardhana yang telah meninggal dan disebutkan sebagai titisan Buddha.
Maka dari itu, candi ini memiliki fungsi sebagai candi pendarmaan, yakni tempat untuk mengenang dan menyucikan arwah raja yang dianggap telah bersatu dengan dewa atau Buddha.
Arsitektur dan Struktur Bangunan
Secara arsitektural, Candi Jago memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dari kebanyakan candi lain yang berdiri utuh secara vertikal, Candi Jago kini hanya menyisakan bagian kaki dan sebagian tubuhnya.
BACA JUGA:Yuk Menggali Sejarah Bukittinggi, Kota Penuh Makna dan Keindahan Alam yang Memaukau!
Bagian atap candi telah runtuh dan tidak lagi terlihat bentuk aslinya. Meski demikian, struktur bangunan yang tersisa tetap menunjukkan kemegahan arsitektur masa lalu.
Candi Jago terbuat dari batu andesit dan berbentuk punden berundak dengan orientasi menghadap ke barat. Yang menarik dari Candi Jago adalah banyaknya relief yang terukir pada bagian kaki dan tubuh candi.
Relief tersebut tidak hanya menggambarkan kisah-kisah religius, tetapi juga cerita rakyat yang populer pada masa itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
