Pemkot PGA

Sejarah Museum Prangko: Menyimpan Keindahan dan Kenangan Lewat Lembaran Kecil!

Sejarah Museum Prangko: Menyimpan Keindahan dan Kenangan Lewat Lembaran Kecil!

Sejarah Museum Prangko: Menyimpan Keindahan dan Kenangan Lewat Lembaran Kecil!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Indonesia memiliki banyak tempat bersejarah yang memikat untuk dikunjungi, dan salah satunya adalah Museum Prangko.

Terletak di Jakarta, museum ini menyajikan koleksi yang unik dan menarik bagi siapa saja yang tertarik dengan filateli atau koleksi perangko.

Sejarah Museum Prangko tidak hanya menyimpan cerita tentang perangko, tetapi juga kisah tentang Sejarah komunikasi, perkembangan teknologi, serta perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam hal pos dan surat-menyurat.

Awal Mula Pembentukan Museum Prangko

BACA JUGA:Jalur Rempah, Jejak Emas Nusantara yang Membuat Bangsa Asing Berlomba Menjajah

Museum Prangko Indonesia didirikan pada tahun 1995 dan terletak di Jalan Pos Kota Raya, Jakarta Barat.

Sebelum menjadi sebuah museum, koleksi perangko yang ada di museum ini telah dihimpun sejak lama oleh Perusahaan Umum Pos dan Giro (Pos Indonesia).

Tujuan utama dari pembentukan museum ini adalah untuk melestarikan dan memamerkan kekayaan filateli Indonesia yang sangat beragam. Selain itu, museum ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai sejarah perangko yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah komunikasi di Indonesia.

Museum ini awalnya hanya memiliki koleksi yang terbatas, namun dengan berjalannya waktu, koleksi perangko yang dipamerkan semakin berkembang.

BACA JUGA:Sejarah Museum Perjuangan Rakyat Jambi: Mengenang Perjuangan dan Semangat Kemerdekaan!

Hal ini berkat peran aktif para filatelis Indonesia dan kontribusi dari berbagai pihak yang menyumbangkan koleksi perangko mereka.

Koleksi dan Pameran Museum Prangko

Museum Prangko memiliki berbagai macam koleksi perangko yang menarik, mulai dari perangko-perangko pertama yang dikeluarkan di Indonesia pada masa kolonial hingga perangko-perangko yang diterbitkan setelah Indonesia merdeka.

Koleksi tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, yang menggambarkan perkembangan perangko secara global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait