Sejarah Danau Biru Sawahlunto: Dari Bekas Tambang Menjadi Destinasi Wisata Alam yang Memesona!
Sejarah Danau Biru Sawahlunto: Dari Bekas Tambang Menjadi Destinasi Wisata Alam yang Memesona!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Sawahlunto, sebuah kota kecil di Provinsi Sumatera Barat, dikenal luas sebagai kota tambang batu bara tua yang menyimpan banyak kisah sejarah.
Namun di balik reputasi industrinya yang kuat, kota ini juga menyimpan sebuah permata tersembunyi yang kini menjadi primadona wisata: Danau Biru.
Danau ini bukanlah danau alami, melainkan hasil dari aktivitas manusia yang kemudian “disulap” oleh waktu menjadi panorama alam yang memesona.
Mari kita telusuri lebih dalam sejarah terbentuknya Danau Biru Sawahlunto dan bagaimana kisah tambang bisa berubah menjadi keindahan alam yang memukau.
BACA JUGA:Kerajaan Islam Tertua di Indonesia: Antara Perlak dan Samudera Pasai, Mana yang Benar?
Asal-usul Sawahlunto sebagai Kota Tambang
Sebelum mengupas tentang Danau Biru, penting untuk memahami latar belakang kota Sawahlunto itu sendiri. Kota ini berdiri sebagai salah satu pusat pertambangan batu bara pertama di Indonesia.
Jalur kereta api dibangun untuk mengangkut batu bara dari tambang menuju pelabuhan di Teluk Bayur, Padang.
BACA JUGA: Mengungkap Tabir Gelap Pantai Payangan, Sejarah Terlupakan dan Ritual Tersembunyi
Ratusan bahkan ribuan pekerja didatangkan, baik dari lokal maupun luar daerah, termasuk dari Jawa dan Nusa Tenggara.
Para pekerja tambang yang disebut sebagai “Orang Rantai” karena datang dalam kondisi terikat sebagai narapidana kerja paksa menjadi bagian kelam dari sejarah kota ini.
Awal Mula Danau Biru: Dari Tambang ke Danau
Danau Biru Sawahlunto bukan terbentuk secara alami, melainkan dari bekas galian tambang batu bara terbuka yang sudah tidak aktif lagi.
BACA JUGA:Sejarah Hari Kartini: Mengenang Perjuangan Sang Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
