Membongkar Sisi Lain Genghis Khan: Antara Penaklukan dan Cinta
Membongkar Sisi Lain Genghis Khan: Antara Penaklukan dan Cinta--
PAGARALAMPOS.COM - Genghis Khan, yang lahir dengan nama Temüjin pada tahun 1162, adalah salah satu pemimpin militer paling terkenal dan terkuat dalam sejarah.
Ia dikenal sebagai pendiri Kekaisaran Mongol, yang menjadi kekaisaran daratan terbesar dalam sejarah setelah kematiannya.
Di balik prestasi militer dan ekspansi kekaisarannya, ada sisi lain dari kehidupannya yang seringkali tidak mendapatkan perhatian, yaitu hubungannya dengan wanita.
Sejak usia muda, Temüjin sudah mengalami banyak tantangan.
BACA JUGA:Mengintip Keagungan dan Sejarah Masjid Agung Palembang, Ikon Religi Kota Pempek
Keluarganya dikhianati, dan ia harus berjuang untuk mengangkat statusnya.
Dalam proses ini, Temüjin menjalin berbagai aliansi strategis, salah satunya melalui pernikahan.
Ia menikahi Börte, wanita yang dicintainya, saat masih muda.
Pernikahan ini tidak hanya berlandaskan cinta, tetapi juga untuk memperkuat posisi politiknya.
BACA JUGA:Mengungkap Sejarah Menarik Benteng Fort Rotterdam, Ikon Makassar
Namun, Genghis Khan tidak hanya memiliki satu istri; selama hidupnya, ia dikenal memiliki banyak wanita, baik sebagai istri maupun selir.
Praktik memiliki beberapa istri dan selir adalah hal umum dalam budaya Mongol saat itu, terutama bagi seorang pemimpin yang kuat seperti Genghis Khan.
Ia tidak hanya mencari cinta atau kepuasan pribadi, tetapi juga berusaha membangun aliansi politik dan sosial melalui pernikahan.
Dalam masyarakat nomaden, memiliki banyak wanita dapat meningkatkan kekuasaan dan status sosial seorang pemimpin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
