Pemkot PGA

Mengejutkan Dunia! Ternyata Ini Sejarah Batu Macan Gunung Padang

Mengejutkan Dunia! Ternyata Ini Sejarah Batu Macan Gunung Padang

Mengejutkan Dunia! Ternyata Ini Sejarah Batu Macan Gunung Padang--

BACA JUGA:Hilang Tanpa Jejak, Ini Sejarah Menghilangnya 3 Pendekar di Tanah Jawa

Dalam konteks kebudayaan megalitikum, Robert von Heine-Geldern, seorang etnograf, sejarawan, dan arkeolog asal Austria, mengungkapkan bahwa ada dua gelombang kebudayaan megalitikum yang mempengaruhi Indonesia.

Pertama adalah Megalitikum Tua yang datang pada era Neolitikum (2500-1500 SM). Kebudayaan ini dibawa oleh pendukung kebudayaan Kapak Alun-Alun (Proto Melayu).

Contoh struktur bangunan dari era Megalitikum Tua meliputi menhir, punden berundak-undak, dan arca-arca statis.

Kedua adalah Megalitikum Muda, yang masuk ke Indonesia pada era Perunggu (1000-100 SM). Kebudayaan ini dibawa oleh pendukung kebudayaan Dongson (Deutro Melayu).

BACA JUGA:Kisah Gunung Padang, Diyakini Sebagai Tempat Sakral Prabu Siliwangi dan Tapak Harimau yang Menyimpan Misteri!

Contoh struktur bangunan dari era Megalitikum Muda meliputi peti kubur batu, dolmen, waruga Sarkofagus, dan arca-arca dinamis.

Gunung Padang menjadi saksi bisu dari peradaban megalitikum di Indonesia.

Situs ini menghadirkan kekayaan sejarah dan arkeologi yang memikat, memungkinkan kita untuk menyelami masa lalu dan menghargai warisan nenek moyang kita.

Meskipun masih banyak yang perlu dipelajari dan diungkapkan, Gunung Padang telah menjadi bukti penting tentang kehidupan prasejarah manusia di wilayah ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait