Pemkot PGA

Rumah Buton, Ikon Budaya Sulawesi Tenggara yang Penuh Filosofi dan Sejarah

Rumah Buton, Ikon Budaya Sulawesi Tenggara yang Penuh Filosofi dan Sejarah

Rumah Buton, Ikon Budaya Sulawesi Tenggara yang Penuh Filosofi dan Sejarah-Foto: net -

PAGARALAMPOS.COM - Di tengah derasnya perkembangan zaman, rumah adat tetap menjadi lambang identitas budaya yang menggambarkan sejarah dan nilai-nilai luhur suatu daerah.

Salah satu rumah adat yang menonjol adalah Rumah Buton, tempat tinggal tradisional khas masyarakat Kesultanan Buton yang berada di Sulawesi Tenggara.

Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi juga mencerminkan struktur sosial, kepercayaan spiritual, serta kejayaan budaya masyarakat Buton di masa lalu.

Sejarah dan Asal-Usul

Dikenal dengan sebutan Banua Tada, yang berarti “rumah bertulang”, nama ini merujuk pada bangunan yang seluruh rangkanya terbuat dari kayu tanpa menggunakan paku logam. Teknik ini menunjukkan keahlian tinggi masyarakat Buton dalam seni bangunan tradisional.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Bajo: Pengembara Laut dari Masa ke Masa!

BACA JUGA:Sejarah Bukit Karst: Jejak Geologi Purba, Warisan Alam, dan Budaya yang Terancam!

Banua Tada berasal dari periode berdirinya Kesultanan Buton sejak abad ke-14 dan berkembang pesat hingga abad ke-19.

Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga menandai status sosial—semakin besar dan rumit rumahnya, semakin tinggi kedudukan pemiliknya dalam masyarakat.

Keunikan Arsitektur

Rumah Buton dibangun dengan teknik sambungan kayu menggunakan pasak, tanpa paku.

Kayu yang dipakai biasanya berasal dari jenis kayu keras seperti jati atau ulin, yang dikenal tahan lama dan kuat menghadapi cuaca.

Struktur rumah biasanya terbagi menjadi tiga bagian utama:

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Kluet: Asal Usul, Budaya, dan Perannya dalam Keberagaman Aceh Selatan!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait